Bagi Dividen Rp 5,23 Triliun, Manajemen BBCA Bongkar Faktor Pendorong Peningkatan
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengumumkan akan membagikan dividen interim sebesar Rp 42,50 per saham kepada pemegang saham. Total alokasi dividen senilai Rp Rp5,23 triliun.
Diketahui, dividen per share BCA selalu meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2018, perseroan membagikan dividen sebesar Rp 68 per saham, lalu tahun 2019 sebesar Rp 111, selanjutnya 2020 senilai Rp 106 per saham.
“Ini (tahun 2019) mengalami penurunan dikarenakan adanya Covid-19, di tahun 2021 menyentuh Rp 145, dan di tahun 2022 berada di level Rp 205 atau naik 32%,” ujar Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim saat public expose live 2023, Rabu (29/11/2023).
Peningkatan dividen BCA sejalan dengan pertumbuhan kredit yang baik. “Jadi luar biasa ya naik 32%, kalau yang menerima dividen dari 2018 sampai dengan sekarang. Lumayan, investasi di mana (dapat return) 32%,” lanjut Vera Eve Lim.
Baca Juga
BCA (BBCA) Bagikan Dividen Interim Rp 5,23 Triliun, Perhatikan Jadwal Berikut
Dari sisi return on equity (ROE), BCA pun terus mecatat peningkatan. Pada kuartal III 2023, ROE perseroan berada pada level 23,5%. Sedankan posisi ROE tahun 2019 sebesar 18%, dan tahun 2020 pada level 16,5%.
“Artinya apa? Setiap Rp 1 yang ditanamkan ke BCA itu mendapat return 23,5% untuk sembilan bulan. Mau cari di mana? Deposito itu kecil, ini adalah konsisten, jadi anda bisa pilah-pilah,” pungkas dia.
Dengan dukungan dari berbagai lini bisnis, BCA berhasil mencatat peningkatan laba bersih sebesar 25,8% yoy (year on year) menjadi Rp 36,4 triliun pada kuartal III 2023. Pada periode yang sama, total kredit tumbuh 12,3% YoY menjadi Rp 766,1 triliun.
Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) naik 6,2% yoy menjadi Rp1.089 triliun. Pertumbuhan ini seiring dengan pertumbuhan volume transaksi sehingga meningkatkan dana CASA.
Total volume transaksi BCA naik 26,8% yoy mencapai 22 miliar transaksi selama sembilan bulan pertama tahun 2023. Kanal mobile banking mencatat kenaikan volume transaksi tertinggi, yakni tumbuh sebesar 43,4% yoy. (CR-5)
Baca Juga
