Bakal Masuk Perhitungan FTSE Global, Markcet Cap Saham Barito Renewables (BREN) Salip BBCA!
JAKARTA, investortrust.id – Kapitalisasi pasar (market cap) PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) gulingkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), seiring lompatan harga BREN pada pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/8/2024).
Saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini langsung melesat setelah FTSE Global Equity Series mengumumkan perubahan konstituen, yaitu BREN akan menjadi saham kapitalisasi pasar besar yang masuk dalam indeks FTSE global bersama dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).
Baca Juga
Berikut Daftar Saham Masuk FTSE Global Equity, Ada Saham BREN hingga ARTO
Berita positif tersebut mengangkat harga saham BREN hampir 4% menjadi Rp 9.375 yang membuat kapitalisasi pasar saham BREN melesat menjadi Rp 1.304 triliun atau kembali menyalip BBCA dengan kapitalisasi pasar Rp 1.272 triliun. Sedangkan hingga pukul 09.15 WIB, saham BREN bergerak menguat Rp 300 (3,17%) menjadi Rp 9.750.
Sebelumnya dalam epngumuman resmis FTSE Global menyebutkan bahwa saham BREN dan BRIS akan masuk dalam FTSE Global Equity Series dengan target mulai berlaku pada 23 September 2024. Dua saham ini masuk dalam kategori emiten dengan kapitalisasi besar (large cap).
Sedangkan saham-saham yang masuk dalam perhitungan FTSE Global Equity untuk kategori kapitalisasis pasar menengah (mid cap), yaitu saham CPIN, GOTO, KLBF, dan UNTR. Saham ADMR, AALI, ARTO, CMRY, dan SILO dalam FTSE Global Equity untuk kategori emiten dengan kapitalisasi pasar kecil (small cap). Sedangkan yang masuk kategori micro cap adalah ASRI, AALI AGRO, CASS, JTPE, MFIN, SPTO, TMAS, dan TOTL.
Baca Juga
OJK Telisik Apakah Ada atau Tidak Tindakan Insider Trading Dua Saham Milik Prajogo Ini
Sebelumnya, emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, masih dibayangi pemeriksaan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait adanya indikasi perdagangan semu atas transaksi sahamnya. BREN bersama saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga masuk dalam pemeriksaan.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi dalam konferensi awal bulan ini menyebutkan OJK saat ini tengah menelaah pendalaman hasil pemeriksaan untuk melihat apakah terdapat indikasi perdagangan semu atas transaksi saham BREN dan CUAN.
Pemeriksaan untuk mengetahui apakah ada atau tidak indikasi transaksi semu. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran perundangan pasar modal dan sektor jasa keuangan, maka dilakukan pemeriksaan bersama.
Grafik Saham BREN

