Rupiah Lanjutkan Penguatan, Jumat Pagi
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah pada Jumat pagi (03/11/2023) melanjutkan penguatan menjadi Rp 15.825 per dolar AS. Pascakeputusan Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya Rabu lalu waktu setempat atau Kamis waktu Indonesia, greenback sedikit melemah terhadap beberapa mata uang utama lainnya.
Sebagaimana dilansir Antara, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi menguat sebesar 0,19 persen atau 30 poin menjadi Rp 15.825 per dolar AS, dari sebelumnya Rp 15.855 per dolar AS.
Baca Juga
BI Pangkas Bunga?
Pada kesempatan terpisah sebelumnya, Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Asset Management Indonesia (MAMI) Katarina Setiawan memperkirakan, Bank Indonesia (BI) akan memotong suku bunga acuannya pada tahun 2024. "BI, yang menaikkan suku bunga akhir-akhir ini, menurut kami, akan memiliki ruang lebih besar untuk memotong suku bunganya tahun depan," ujarnya.
Menurut Katarina Setiawan, inflasi yang terkendali menjadi salah satu alasan BI memotong suku bunga. Kenaikkan harga minyak tidak akan membuat inflasi di Tanah Air menjadi tinggi.
Baca Juga
IHSG Awal Transaksi Melesat, Saham MPRO, PSDN, dan BKDP Menguat
"Jadi, inflasi akan sangat managable, sehingga ini akan membuat BI memiliki ruangan yang lebih besar untuk memotong suku bunganya tahun depan. Kemungkinan besar pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM, walaupun harga minyak dunia itu naik, karena kita sedang dalam periode pemilu sampai nanti Februari 2024," ujar Katarina.
