Prodia (PRDA) Cetak Kenaikan Penjualan, Tapi Laba Terpangkas
JAKARTA, investortrust.id – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) membukukan penurunan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari Rp 275,20 miliar menjadi Rp 235,67 miliar hingga September 2023. Penurunan dipicu kenaikan beban usaha.
Penurunan laba tersebut menjadikan total laba per saham perseroan turun dari Rp 293,54 menjadi Rp 251,38 per saham. Kamis (2/11/2023), saham ditutup naik Rp 50 menjadi Rp 6.325.
Baca Juga
Saham GOTO Melesat 26,78% dalam Empat Hari, Simak Target Harga Berikut
Manajemen PRDA dalam publikasi laporan keuangan, Kamis (2/11/2023) menyebutkan, pendapatan perseroan justru berhasil naik dari Rp 1,57 triliun menjadi Rp 1,61 triliun sampai kuartal III-2023. Kenaikan tersebut menjadikan laba bruto perseroan naik dari Rp 961,53 miliar menjadi Rp 978,38 miliar.
Namun demikian, kenaikan beban usaha dari Rp 636,13 miliar menjadi Rp 707,90 miliar menjadikan laba usaha perseroan turun dari Rp 328,01 miliar menjadi Rp 277,48 miliar. Sedangkanlaba tahun berjalan turun dari Rp 275,19 miliar menjadi Rp 235,50 miliar.
Baca Juga
Penurunan Laba Tak Pengaruhi Target Saham Kalbe (KLBF), Kok Bisa?
Prodia berhasil mencatatkan kenaikan total aset dari Rp 2,66 triliun menjadi Rp 2,69 triliun sampai September 2023. Sebaliknya total liabilitas dipangkas d ari Rp 358,44 miliar menjadi Rp 346,70 miliar.
