Penurunan Laba Tak Pengaruhi Target Saham Kalbe (KLBF), Kok Bisa?
JAKARTA, investotrust.id – Target harga saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) masih menggiurkan, meskipun perolehan laba bersih sampai kuartal III-2023 di bawah perkiraan. Target tersebut mempertimbangkan perkiraan laba bertumbuh pesat tahun depan.
Ciptadana Sekuritas menargetkan penurunan laba bersih KLBF menjadi Rp 2,79 triliun tahun 2023 dan diharapkan melesat menjadi Rp 3,57 triliun pada 2024, dibandingkan perolehan tahun lalu senilai Rp 3,38 triliun.
Baca Juga
Dipicu Kenaikan Beban, Laba Kalbe Farma (KLBF) Turun hingga September
Sedangkan hingga September 2023, pendapatan Kalbe Farma (KLBF) naik 6,5% dari Rp 21,18 triliun menjadi Rp 22,56 triliun. Sedangkan laba bersih turun sebanyak 18,2% dari Rp 2,53 triliun menjadi Rp 2,07 triliun.
Analis Ciptadana Sekuritas Nicko Yosafat mengatakan, pencapaian penjualan KLBF sampai September 2023 sudah sesuai estimasi atau merefleksikan 74,5% dari target Ciptadana Sekuritas dan setara Dengan 72,2% dari perkiraan consensus analis.
“Namun laba bersih turun akibat lonjakan biaya R&D dan biaya keuangaan yang naik di luar ekspektasi. Kenaikan beban bunga pinjaman bank hampir tiga kali,” tulisnya dalam riset terbarunya di Jakarta, kemarin.
Baca Juga
Meski kinerja tahun ini di bawah estimasi, dia mengatakan, Kalbe Farma masih menyimpan potensi pertumbuhan pesat tahun depan. Pertumbuhan datang dari divisi obat resep setelah perseroan mendapatkan izin untuk mendistribusikan Efesa untuk pasien anemia. Produk baru ini akan menopang penjualan perseroan.
Perseroan juga mendapatkan dukungan positif dari divisi consumer health setelah mencatatkan penurunan penjualan hingga September 202. Penurunan dipicu atas pandemi Covid-19 telah berakhir, sehingga konsumen mulai mengurangi belanja produk kesehatan ini. Penurunan juga dipengaruhi atas kenaikan harga yang berimbas terhadap peralihan konsumen ke produk lebih murah.
Sedangkan divisi nutrisi, dia mengatakan, mencatatkan kenaikan tipis dan kenaikan tersebut diprediksi datang dari peningkatan rata-rata harga jual. Namun demikian divisi nutrisi ini diperkirakan masih menghadapi tantangan untuk mendapatkan bahan baku.
Baca Juga
Perseroan juga diharapkan mendapatkan dukungan positif dari divisi distribusi dan logistic. “Dengan pembentukan perusahaan patungan bersama dengan PT Tri Investama Solusindo dapat mendongkrak penjualan divisi ini pada 2024,” terangnya.
Berbagai faktor tersebut mendorong Ciptadana Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham KLBF dengan target harga Rp 2.020.
