Prabowo Pernah Dikecewakan BUMN Soal Tender Proyek
JAKARTA, investortrust.id - Calon presiden (capres) Prabowo Subianto bercerita dirinya pernah kecewa dengan kinerja salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal itu disampaikan Prabowo dalam dialog dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Jakarta, Jumat (12/1/2024).
Prabowo menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat dirinya sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) hendak membangun sejumlah kampus dan rumah sakit. Dia pun mengundang BUMN sebagai pelaksana proyek untuk tender.
"Sebagai contoh saya membangun beberapa kampus dan rumah sakit, yang saya undang pertama adalah BUMN. Tapi saya gak sebut BUMN mana, nanti gak enak," ujar Prabowo di depan para pengusaha,
Prabowo kaget karena biaya yang ditawarkan BUMN tersebut untuk mengerjakan proyek itu terlalu tinggi. Apalagi waktu pengerjaannya lebih lama.
"Saya sebelum masuk pemerintahan juga pengusaha, jadi agak ngerti lah. Saya pikir kok mahal banget, sementara swasta harganya sekian persen lebih murah dan waktunya cepat. Dan swasta itu mau kan kalau kita kejar-kejar sedikit," tutur Prabowo.
Akhirnya Prabowo memilih untuk menyerahkan proyek itu ke swasta karena pengerjaannya lebih cepat. Prabowo menegaskan, BUMN harus bekerja benar, transparan, dan efisien agar bisa bersaing dengan swasta.
"Kadang-kadang pimpinan BUMN keenakan, mungkin dia dipasang di situ karena ada backing. Ini saya bicara apa adanya lho, saya mau kasih ke BUMN tapi ya bagaimana? Waktunya lebih lama, harga lebih tinggi, akhirnya saya tunjuk swasta, jadi itu barang," ujarnya.
Prabowo mengungkap proyek yang dimaksud yakni rumah sakit militer yang sebentar lagi akan diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia mengklaim rumah sakit militer itu akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
"Anda boleh cek, rumah sakit militer yang sebentar lagi akan diresmikan Presiden Jokowi. Rumah sakit militer yang saya kira terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 1.000 tempat tidur, 136 ICU, dan 26 lantai. Itu dikerjakan dalam waktu 1 tahun kurang," kata Prabowo.
