Percepatan Transformasi Digital Perlu Diikuti Perlindungan Data Masyarakat
JAKARTA. investortrust.id - Penyelesaian berbagai tantangan dalam transformasi digital dinilai perlu menjadi prioritas pemerintah, khususnya soal perlindungan dan keamanan data yang belakangan ini menjadi sorotan publik.
Menurut peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Muhammad Nidhal, salah satu yang diharapkan dari berjalannya transformasi digital adalah dampak positif pada pertumbuhan ekonomi nasional. “Hal ini penting dan sejalan dengan kondisi Indonesia yang ingin keluar dari middle income trap melalui pemberdayaan potensi nasional,” katanya melalui keterangan resmi yang diterima Investortrust pada Selasa (9/7/2024).
Nidhal menyebut pengembangan ekosistem ekonomi digital sebagai salah satu pendorong transformasi membutuhkan konsistensi penyelesaian atas sejumlah tantangan. Tantangan utamanya adalah menjamin keamanan dan privasi data, termasuk memastikan keamanan penggunaan teknologi digital bagi masyarakat.
“Memastikan keamanan lalu lintas data dalam ekosistem digital sangat penting untuk meningkatkan perekonomian, terutama untuk UMKM, yang memang didorong untuk bisa memanfaatkan akselerasi dalam transformasi digital,” ujarnya.
Baca Juga
Koregulasi, Opsi Ideal Atasi Risiko dan Tantangan Transformasi Digital
Data memiliki potensi besar bagi usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena data dapat memberikan akses pada pasar, mengetahui minat dan preferensi konsumen, serta membantu untuk menciptakan dan menyediakan produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Selain itu, data juga dapat membantu UMKM dalam melakukan pemetaan konsumen dan pasokan barang, juga untuk membantu memahami perilaku konsumen.
“Penggunaan data yang bertanggung jawab mendorong kepercayaan dan keamanan. Untuk itu keamanannya perlu dipastikan.” tegasnya.
Pengambilan keputusan berbasis data akan memberikan pemerintah gambaran dan basis yang lebih baik dalam pengambilan sebuah kebijakan. Selain itu, beragam aktivitas usaha juga perlu diupayakan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.
Iklim investasi usaha yang kondusif dan regulasi yang mendukung transformasi ekonomi juga perlu dilakukan beriringan untuk menyokong peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Baca Juga
BRI Beberkan Proses Transformasi Digital di Ajang Product Development Conference 2024
Peningkatan layanan berbasis digital serta berbagai inovasi, seperti e-government, e-commerce, e-learning ataupun fintech, menawarkan berbagai kemudahan kepada masyarakat dan pelaku usaha dalam mengakses informasi dan pengetahuan, meningkatkan produktivitas, mendapatkan akses pada kredit serta memperluas pangsa pasar.
“Namun, dalam praktiknya, kita masih melihat adanya pengulangan dari isu struktural di Indonesia, yaitu pemerataan pembangunan,” ungkap Nidhal.
Kemudian Nidhal menilai masih kurangnya infrastruktur pendukung merupakan tantangan terbesar dalam penggunaan TIK di Indonesia. Masih banyak daerah yang belum memiliki akses kepada infrastruktur dasar seperti listrik dan internet.
“Untuk menemukan solusi yang tepat dalam menjawab tantangan ini, diperlukan upaya bersama antara pemerintah dan swasta untuk mempersempit jurang digital yang ada dengan menarik investasi untuk membangun infrastruktur yang dapat mengakomodasi perspektif negara kepulauan,” tutupnya.
