Peringati 2 Dekade Hari Asuransi, Industri Pacu Perluasan Perlindungan Masyarakat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Industri asuransi nasional mendorong perluasan perlindungan masyarakat melalui penguatan literasi dan inklusi keuangan.
Upaya tersebut menjadi fokus peringatan 20 tahun Hari Asuransi 2026, di tengah masih terbukanya kesenjangan antara pemahaman masyarakat terhadap asuransi dan manfaat produk perlindungan tersebut.
Menurut Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Yulius Bhayangkara, memperkenalkan pentingnya asuransi kepada masyarakat masih menjadi tantangan. Karena itu, literasi dan edukasi menjadi fokus utama dalam rangkaian peringatan Hari Asuransi setiap tahun.
“Literasi asuransi bukan hanya tentang mengenalkan produk, tetapi juga memberikan pemahaman yang benar mengenai pentingnya perlindungan keuangan melalui asuransi,” ujarnya, dalam Konferensi Pers dan Literasi Asuransi untuk Negeri dalam rangka Hari Asuransi ke-20 Tahun 2026, di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Baca Juga
OJK Ubah Pendekatan Hitung RBC Asuransi, Apa Dampaknya bagi Industri?
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat literasi asuransi tercatat 42,84%, sedangkan tingkat inklusinya baru mencapai 29,55%. Dibanding 2025, inklusi asuransi meningkat dari 28,50%, tapi indeks literasi turun dari 45,45%.
Yulius mengatakan, data tersebut menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah bagi industri. Edukasi tak cukup berhenti pada pengenalan produk, tapi perlu mendorong masyarakat paham manfaat asuransi dan menjadikannya bagian dari perencanaan keuangan.
Untuk menggenjot edukasi, lanjut dia, berbagai kegiatan akan dilakukan seperti melalui konferensi pers, program literasi di sejumlah kota, serta pemanfaatan media sosial. cetak, dan daring. Tujuannya, tak hanya mengenalkan asuransi, tapi juga juga mendorong masyarakat memiliki produk sesuai kebutuhan.
Aset Industri Asuransi Tembus Rp 1.200,55 Triliun
Di tengah upaya memperluas perlindungan masyarakat, industri asuransi nasional masih menunjukkan ketahanan dari sisi keuangan.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total aset industri asuransi mencapai Rp 1.200,55 triliun pada September 2026 atau tumbuh 2,56% secara year on year (yoy).
Pada segmen asuransi komersial, total aset mencapai Rp 982,18 triliun, naik 3,59% (yoy). Sementara itu, pendapatan premi tercatat Rp 255,40 triliun, tumbuh 2,66%.
Jika dirinci, premi asuransi jiwa mencapai Rp 125,75 triliun, meningkat 7,01% (yoy). Sebaliknya, premi asuransi umum dan reasuransi terkoreksi 2,35% (yoy) menjadi Rp 99,61 triliun.
Dari sisi permodalan, industri masih memiliki ruang yang memadai untuk menyerap risiko. Tingkat risk based capital (RBC) asuransi jiwa berada di level 471,57%, sedangkan asuransi umum dan reasuransi mencapai 331,52%. Keduanya jauh diatas batas minimum 120%.
Baca Juga
DAI Sebut 2026 Jadi Tahun Reset Industri Asuransi, Ini 3 Fokus Utamanya
Sasar UMKM di 7 Kota
Ketua Bidang Kanal Distribusi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hengky Djojosantoso menilai, peningkatan literasi dan inklusi asuransi merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan dari berbagai risiko.
“Asuransi bukan lagi sekadar produk keuangan, melainkan sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat untuk menghadapi risiko yang dapat terjadi kapan saja, seperti bencana alam maupun kecelakaan,” katanya.
Hengky mengajak seluruh pemangku kepentingan dan pelaku industri untuk aktif memberikan edukasi yang menjangkau masyarakat secara langsung. Ia juga menekankan pentingnya inovasi agar produk asuransi semakin dikenal, dipercaya, dan mampu berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi nasional.
Pada 2026, AAJI ditunjuk DAI sebagai pelaksana rangkaian kegiatan Hari Asuransi yang melibatkan seluruh asosiasi perasuransian di bawah naungan DAI.
Ketua Panitia Hari Asuransi 2026 Cicilia Nina Triana mengatakan, rangkaian kegiatan tahun ini mencakup program literasi dan inklusi asuransi bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), yang dilaksanakan bekerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Kegiatan literasi dijadwalkan berlangsung di tujuh titik, yaitu Semarang, Jakarta, Surabaya, Makassar, Manado, dan Denpasar. Puncak peringatan Hari Asuransi 2026 digelar di Jakarta pada 20 Oktober 2026, dengan konferensi pers, edukasi kepada media, serta literasi asuransi bagi pelaku UMKM.
“Kami berharap kepercayaan masyarakat terhadap asuransi dapat terus tumbuh. Edukasi dan literasi asuransi perlu dilakukan secara masif dan berkesinambungan, agar asuransi lebih mudah dipahami dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” ucapnya.
Melalui tema ‘Literasi Asuransi untuk Negeri’ dan subtema ‘Pahami, Miliki, Lindungi’, peringatan dua dekade Hari Asuransi diarahkan untuk membangun pemahaman yang lebih baik mengenai asuransi, mendorong kepemilikan produk, serta memperkuat kesadaran masyarakat akan manfaat perlindungan keuangan.
