Penerimaan Pajak Hattrick! 3 Tahun Beruntun Tembus Target
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerimaan dari sektor pajak mengalami hattrick. Sejak 2021-2023, capaian penerimaan pajak mampu menembus 100% dari target.
“Tiga kali goals berturut-turut dari 2021, 2022, 2023, semuanya di atas 100%,” kata kata Sri Mulyani saat menggelar Konferensi Pers Kinerja dan Realisasi APBN 2023, di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (2/1/2024).
Menurut Sri Mulyani, kinerja positif ini harus dipertahankan dengan pengembangan Cortex System untuk perpajakan dan reformasi sistem perpajakan. “Ini terjadi bukan hanya karena komoditas, ini terjadi ketika komoditas ambles kita tetap bisa tetap jaga,” ujar dia.
Baca Juga
Ekspor RI 2024 Diprediksi Melemah, Negara Mitra Dagang Ini Diharap Bisa Jadi Penopangnya
Sri Mulyani mengatakan elemen yang membantu capaian ini yaitu diperluasnya basis pajak. Selain itu, capaian penerimaan pajak terjaga karena peningkatan pengawasan, termasuk pasca tax amnesty.
“Pengawasan yang lebih detail menghasilkan dampak yang positif,” kata dia.
Selain itu, kata Sri Mulyani, pemerintah juga konsisten melakukan peningkatan pelayanan wajib pajak dengan penyediaan insentif pajak. Pelayanan pajak, kata dia, turut mendorong peningkatan penerimaan ini.
Baca Juga
Mantan CEO Andre Soelistyo Kembali Lepas Ratusan Juta Saham GOTO
Sri Mulyani mengatakan sektor penerimaan pajak, Dirjen Pajak mampu merealisasikan target di atas target APBN 2023 revisi, sebesar Rp 1.869,2 triliun atau 102,8% dari target.
Realisasi penerimaan pajak ini ditopang sektor PPh non-migas sebesar Rp 993 triliun atau naik 101,5% dari target, PPN dan PPnBM atau sebesar Rp 764,3 triliun atau 104,6% dari target, PBB dan Pajak lainnya Rp 43,1 triliun atau 114,4% dari target. Sementara itu, PPh Migas mencatatkan angka Rp 68,8 triliun atau 96% dari target.
