Pasar Asia Terombang-ambing Isu Perang Israel-Hamas, Indeks Melemah
JAKARTA, Investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik memulai minggu ini dengan lemah karena investor khawatir perang Israel-Hamas meluas. Selain itu, pasar tengah menantikan data ekonomi utama dari Tiongkok dan Jepang.
Baca Juga
Konflik Israel – Hamas Kian Memanas, Senat AS Dorong Pemberian Bantuan Militer ke Israel
Indeks Nikkei Jepang anjlok 656 poin atau 2% ke 31.659. Di Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,28% atau 19,72 poin ke 6.907,05 pada akhir perdagangan sesi I.
Data ekonomi China dan Jepang akan dirilis minggu ini.
Tiongkok akan merilis angka produk domestik bruto kuartal ketiga pada hari Rabu (18/10/2023).
Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan ekspansi tahun ke tahun sebesar 4,4%, turun dari 6,3% pada kuartal sebelumnya.
Perekonomian Tiongkok diperkirakan tumbuh melambat pada kuartal III-2023. Moody’s Analytics dalam keterangan yang diterima Senin (16/10/2023), memperkirakan, perekonomian China pada kuartal ketiga kemungkinan hanya tumbuh 0,8% dari kuartal sebelumnya atau tumbuh 4,4% dari kuartal ketiga tahun 2022 (year on year/yoy). Pada kuartal kedua 2023, pertumbuhan mencapai 6,3% yoy, meleset dari proyeksi 6,9%.
Baca Juga
Moody’s Analytics Perkirakan Pertumbuhan Perekonomian Cina Melambat
Bank Rakyat Tiongkok mempertahankan suku bunga fasilitas pinjaman jangka menengah satu tahun tidak berubah pada 2,50%, seperti yang diharapkan.
Data inflasi Jepang September diperkirakan akan dirilis Jumat (20/10/2023). Data dirilis menjelang pertemuan kebijakan moneter bank sentral negara tersebut pada tanggal 30 dan 31 Oktober.
Bank sentral Korea Selatan juga akan mengumumkan keputusan suku bunganya pada hari Kamis. Bank of Korea telah mempertahankan suku bunga stabil selama lima pertemuan berturut-turut pada 3,5% sejak bulan Februari.
Baca Juga
Tunggu Keputusan Beberapa Bank Sentral, Pasar Asia Bervariasi
