Luhut Ajak Pemimpin Afrika Perjuangkan Nasib Sendiri
JAKARTA, Investortrust.id – Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengaku telah tiga kali melakukan perjalanan ke Afrika dalam tujuh bulan terakhir, menjalankan tugas dari Presiden Joko Widodo untuk membuka peluang pasar produk Indonesia ke benua tersebut.
Disampaikan Luhut dalam kesempatan perayaan ulang tahunnya yang ke-76, yang digelar dalam sebuah acara bertajuk “76th Luhut Binsar Panjaitan Menurut Kita-Kita” di Sopo del Tower, Kuningan, Jakarta, Kamis (28/9/2023), dalam kesempatan kunjungan tersebut ia mengajak sejumlah pemimpin negara-negara di Afrika untuk menentukan nasib sendiri.
Salah satunya ketika ia bertemu dengan Presidan Democratic Republic of Congo Felix Tshisekedi, keduanya berbincang-bincang soal potensi yang dimiliki berupa kedua negara hutan tropis dan mineral jarang.
Baca Juga
“Saya sampaikan kepada Presiden Felix, bahwa saatnya kita negara berkembang untuk menentukan nasib kita sendiri. Seperti Indonesia sekarang ini, ban semua yang bisa kita lakukan di dalam negeri, lalu nanti kita ekspor dalam bentuk value added sehingga bisa dinikmati oleh bangsa Indonesia,” kata Luhut.
Hal yang sama juga ia sampaikan kepada Presiden Kenya William Ruto, Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa, dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa.
Menurut Luhut, ada hal yang membuatnya terkesan selama kunjungannya ke negara-negara Afrika, yakni masih mendalamnya spirit Konferensi Asia Afrika yang digelar tahun 1955 pada era Presiden Soekarno di Bandung. Ia menyayangkan dari spirit yang mereka pegang tersebut tidak mengarah pada eksekusi kebijakan yang sesuai visi digelarnya KAA 1955.
Baca Juga
Luhut Sebut Transportasi Jabodebek Terintegrasi di Oktober 2023
Sementara itu Luhut datang atas perintah Presiden Joko Widodo masih membawa spirit yang sama, yakni propsperity dan equality, kemakmuran dan kesetaraan.
Luhut pun menyebut bahwa ke depan Indonesia harus memainkan peranan tersebut. Apalagi peluang ekonomi negara-negara Afrika di masa depan sangat potensial. “The future is Africa, Afrika akan punya penduduk 2 miliar pada 30-40 tahun ke depan. Mereka sangat kaya dengan critical mineral, dan mereka sangat tidak suka dengan penjajahan,” ujar Luhut.
