KYC Jadi Kunci Penting Bank Digital
JAKARTA, Investortrust.id - Head of Research PT Samuel Sekuritas Indonesia (Samuel Sekuritas) Suria Dharma mengatakan, aspek know your customer (KYC) sangat penting diterapkan oleh bank digital agar tercipta kelancaran layanan keuangan dan transaksi online.
“Memang yang yang perlu kita lihat kan proses KYC-nya seperti apa, karena KYC ini dilakukan tanpa bertatap muka dengan si bank-nya sendiri, jadi lewat online,” ujarnya, dalam Focus Group Discusion (FGD) Digital Banking Awards (DBA), bertema ‘Business Resilient Againts Cyber Attack’ yang diadakan Investortrust.id di The Convergence, Jakarta, Senin, (27/11/2023).
Baca Juga
Samuel Sekuritas Proyeksikan Harga Saham Bank Digital Akan Kembali Pulih
"Know Your Customer" (KYC) atau "Kenali Nasabah Anda" adalah suatu pendekatan yang sangat penting di industri perbankan digital. KYC menjadi kebijakan yang harus diterapkan oleh instansi keuangan dan bank untuk mengetahui identitas serta melakukan pengawasan terhadap transaksi setiap nasabah.
Dengan adanya mekanisme KYC ini, maka bank bisa mencegah terjadinya praktik pencucian uang, dengan memastikan bahwa informasi yang diberikan oleh nasabah adalah akurat dan dapat diverifikasi. Langkah KYC pun akan membantu bank mengidentifikasi transaksi yang mencurigakan atau tidak wajar.
KYC juga akan mencegah bank terlibat dalam pendanaan terorisme dengan mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang sumber dana nasabah dan aktivitas keuangan mereka.
Baca Juga
Ganti Logo Baru, Bank Raya (AGRO) Kokohkan Posisi di Persaingan Bank Digital
Mengenali nasabah dengan baik dengan skema KYC pun memungkinkan penyedia layanan keuangan untuk memberikan perlindungan yang lebih baik atas penipuan dan identitas palsu. Berikutnya langkah ini menciptakan kepercayaan dan keamanan pada nasabah.
Faktor KYC ini, lanjut Suria, berkaitan erat dengan keamanan dari suatu bank. Karena, semakin besar bisnis perbankan maka semakin kompleks pula model bisnis dan semakin beragamnya karakteristik nasabah.
“Perbankan ini semakin besar dengan bisnis yang semakin berubah-ubah, ada yang konvensional dan digital bank, tapi yang perlu diingat adalah keamanan dari bank tersebut. Jadi suatu bank tidak boleh mengabaikan hal tersebut,” terangnya. (CR-13)
