Klaim Kesehatan Asuransi Jiwa Meningkat 32,9%, Ternyata Gara-Gara Penyakit Ini
JAKARTA, investortrust.id – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat nilai klaim kesehatan industri asuransi jiwa meningkat 32,9% secara tahunan atau year on year (yoy), menjadi Rp 15,24 triliun pada September 2023.
Kenaikan klaim segmen kesehatan terjadi saat total klaim secara industri justru menurun 4,4% menjadi Rp 122,46 triliun per September 2023.
Ketua Bidang Operational of Excellent, IT & Digital (Customer Centricity) AAJI, Edy Tuhirman mengatakan, kenaikan klaim kesehatan ini bukan petaka bagi industri. Sebaliknya membuktikan peran asuransi yang dapat terus melindungi masyarakat dengan membayarkan klaim.
Baca Juga
Pasar Modal Rebound, Hasil Investasi Asuransi Jiwa Melesat 72,50%
“Jadi perlu kerja sama industri kita (asuransi) dengan rumah sakit, dengan Menteri Kesehatan, ayo ini kerja bersama untuk memberikan perlindungan terhadap masyarakat,” ujarnya, kepada media, belum lama ini.
Menurut Edy, naiknya klaim kesehatan salah satunya didorong oleh kasus infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) yang terus meningkat, sejalan dengan efek pemanasan global yang masih terus berlangsung.
“ISPA masih tinggi. Kita tahu juga, kita bicara global warming, di Jakarta misalnya, kalau lihat saya di luar pakai masker itu bukan saya takut sama Covid-19, tapi pada debu. Itu pengaruhnya ke ISPA, dan itu terjadi. Klaim ISPA itu tinggi,” terangnya.
Baca Juga
Tumbuh 6,5%, Reasuransi Himpun Premi Rp 15,63 Triliun di Kuartal III-2023
Sementara itu, selain klaim yang meningkat, jumlah tertanggung di industri asuransi jiwa juga mengalami peningkatan sebesar 16,5% atau dari 80,85 juta tertanggung pada September 2022 menjadi 94,18 juta orang di periode yang sama tahun ini.
“Impact-nya apa bagi kita? Asuransi kesehatan ini sifatnya yearly basis. Jadi asuransi bisa meningkatkan preminya. Kalau dilihat jumlah pemegang polis bertambah, premi reguler bertambah, klaim kesehatan bertambah, ini kita sangat concern bahwa masyarakat semakin sadar dan tahu asuransi kesehatan,” pungkas Edy. (CR-13)
