Kemenperin Sebut Ekspor Semen Tumbuh Tipis, Ini Negara Tujuannya!
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat total ekspor semen Indonesia mencapai 1,35 juta ton sepanjang tahun 2023. Diketahui, terdapat dua jenis barang yang diekspor pada sektor ini.
"Indonesia juga melakukan ekspor tidak terlalu banyak di 2023 hanya sekitar 1,35 juta ton," ucap Direktur Industri Semen, Keramik dan Pengolahan Bahan Galian Non-Logam, Putu Nadi Astuti saat konferensi pers di Gedung Kemenperin, Jakarta Selatan, Selasa (4/6/2024).
Baca Juga
Tak Berizin, Pabrik Semen Hongshi di Aceh Tak Bisa Beroperasi
Menurut Putu, terdapat dua jenis yang diekspor yaitu dalam bentuk klinker atau semen setengah jadi, dan semen itu sendiri. Namun, Putu menyebutkan, jumlah yang paling banyak dipasarkan ke negara lain adalah semen setengah jadi yang merupakan komponen utama pembuatan semen.
Putu menjelaskan, ekspor semen tersebut terbilang stagnan atau tidak berkembang secara signifikan. Pasalnya, jika dilihat berdasarkan data ekspor dari 2018 hingga 2023 pergerakan ekspor semen ada di angka 1,3 juta ton hingga 1,8 juta ton.
"Semen ekspornya relatif stabil 2018-2023, antara 1,3-1,8 juta ton ekspor semen, sedangkan untuk klinker ini cukup potensial untuk diekspor. Jadi di 2018, ekspor klinker itu 4,8 juta ton, di 2023 9,7 juta ton," ungkapnya.
Baca Juga
Industri Semen RI Kelebihaan Kapasitas, Kemenperin Minta Jangan Ada Pabrik Baru
Berdasarkan data yang dimiliki Kemenperin, semen tersebut diekspor ke sejumlah negara. Di antaranya, Timur Leste, Mauritius, Sri Lanka, Filipin, Maldives. Sedangkan, klinker dipasarkan ke Bangladesh, Australia, Taiwan, Filipina, Brunei, Fiji dan Malaysia.
"Jadi dari sisi kualitas (semen) menurut kami tidak ada masalah, cuma ya ini untuk semen sudah diproduksi juga di berbagai negara, dan juga alami over kapasitas," tandas Putu.
