Semen Indonesia (SMGR) Optimistis Permintaan Semen Tumbuh, Katalisnya Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) optimistis prospek industri semen nasional tetap positif hingga semester II 2026. Pertumbuhan permintaan semen diproyeksikan didorong oleh berbagai program pemerintah, pembangunan infrastruktur, serta investasi industri dan hilirisasi.
Direktur Utama SMGR Indrieffouny Indra atau yang akrab disapa Arif mengatakan, sejumlah program pemerintah yang telah berjalan maupun akan dimulai menjadi katalis bagi pertumbuhan permintaan semen nasional.
“Kami optimis bahwa industri semen akan memiliki prospek yang positif. Ini karena didukung oleh program-program pemerintah yang menjadi penggerak untuk permintaan semen,” kata Arif dalam konferensi pers Public Expose Live 2026 secara virtual, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga
Laba Semen Indonesia (SMGR) Naik 471% dan Saham Menguat 22%, Tren Kenaikan Bakal Berlanjut?
Menurut Arif, sejumlah katalis tersebut antara lain program 3 juta rumah, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, Sekolah Rakyat, serta pembangunan infrastruktur nasional dan daerah.
Selain itu, pembangunan Giant Sea Wall yang akan segera dimulai juga menjadi salah satu proyek yang berpotensi mendorong permintaan semen. Prospek industri semen semakin diperkuat oleh investasi industri dan hilirisasi, pembangunan sektor swasta, kawasan residensial dan komersial, hingga pembangunan data center. “Semua ini akan mendorong pertumbuhan, sudah pasti akan mendorong pertumbuhan semen nasional,” katanya.
Tumbuh 5,6%
Sejalan dengan peluang tersebut, SMGR memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi bahan bangunan dengan menghadirkan berbagai produk inovatif untuk memenuhi kebutuhan konstruksi. Operasional perusahaan juga didukung jaringan produksi dan distribusi yang luas di seluruh Indonesia hingga menjangkau daerah-daerah terpencil.
Pada semester I-2026, SMGR mencatat total volume penjualan 18,28 juta ton, meningkat 5,6% secara tahunan. Pertumbuhan terutama ditopang penguatan pasar domestik dengan volume penjualan mencapai 14,18 juta ton atau tumbuh 9,7% secara tahunan.
Sejalan dengan kenaikan volume penjualan, pendapatan Perseroan meningkat 13,1% secara tahunan menjadi Rp17,65 triliun. EBITDA juga tumbuh 2,6% menjadi Rp2,15 triliun. Dari sisi profitabilitas, laba bersih SMGR melonjak 445,9% secara tahunan menjadi Rp207 miliar. Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 471% secara tahunan menjadi Rp228 miliar.
Baca Juga
Dengan pemulihan permintaan semen nasional yang sejalan dengan peningkatan aktivitas konstruksi, pembangunan infrastruktur, serta investasi industri dan hilirisasi, SMGR optimistis prospek penjualan pada semester II 2026 tetap positif.
Untuk menangkap peluang tersebut, Perseroan terus memperkuat pasar melalui portofolio produk semen dan solusi bahan bangunan. Perseroan juga kembali menghidupkan merek Semen Kujang sebagai salah satu upaya memperkuat penetrasi pasar ritel di Jawa Barat.
Tak hanya itu, perseroan melanjutkan strategi dekarbonisasi melalui peningkatan penggunaan bahan bakar dan bahan baku alternatif, optimalisasi klinker, serta efisiensi energi dan proses produksi. Saat ini, SMGR memiliki sembilan merek semen, yakni Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Dynamix, Semen Kujang, Semen Andalas, Semen Baturaja, Semen Merdeka, dan Thang Long Cement.
Jaringan operasional SMGR mencakup 10 pabrik semen terintegrasi, 26 pabrik pengemasan, enam pabrik penggilingan semen, dan tujuh pelabuhan. Jaringan tersebut diperkuat lebih dari 300 distributor di Indonesia dan Vietnam serta lebih dari 63.000 toko ritel di Indonesia.
