Jelang Rilis Data Inflasi, Pasar Asia Melemah
JAKARTA, Investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik sebagian besar melemah menjelang pembacaan inflasi dari sejumlah negara kawasan dan angka produk domestik bruto (PDB) kuartal ketiga Korea Selatan.
Baca Juga
Pasar Asia Terombang-ambing Isu Perang Israel-Hamas, Indeks Melemah
Singapura dan Australia akan merilis angka inflasi untuk bulan September masing-masing pada hari Senin dan Rabu, sementara Jepang akan merilis angka inflasi pada hari Jumat. Inflasi di Tokyo dianggap sebagai indikator utama angka inflasi nasional.
Di Australia, S&P/ASX 200 turun 0,81% pada perdagangan Senin pagi, memperpanjang penurunan dari minggu lalu dan mempercepat penurunan sesi ketiga berturut-turut.
Nikkei 225 Jepang tergelincir 0,37%, sedangkan Topix turun 0,13%. Kospi Korea Selatan diperdagangkan tepat di bawah garis datar, sedangkan Kosdaq melawan tren dan naik 0,51%.
Pasar Hong Kong tutup untuk hari libur pada hari Senin, namun indeks CSI 300 Tiongkok daratan terus merosot, turun 0,46% dan menyelam melewati level terendah dalam satu tahun.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (23/10/2023), ditutup anjlok 86,21 poin (1,26%) menjadi 6.762.96. IHSG bergerak dalam rentang 6.730-6.853 dengan nilait ransaksi Rp 4,79 triliun.
Pada hari Jumat di AS, ketiga indeks utama melemah karena lonjakan imbal hasil Treasury 10-tahun memicu kekhawatiran yang lebih luas terhadap keadaan perekonomian.
Yang paling menonjol, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun melampaui 5% untuk pertama kalinya dalam 16 tahun pada hari Kamis.
S&P 500 merosot 1,26%, mencatat penurunan pertama dalam tiga minggu, sedangkan Nasdaq Composite turun 1,53% Dow Jones Industrial Average kehilangan 0,86%.
Baca Juga
