Jadi Kontraktor Paling Bankable, Analis Ini Sebut Saham PTPP Salah Harga
JAKARTA, Investortrust.id – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) satu-satunya BUMN Karya yang masih bankable, sehingga potensi mendapatkan kontrak baru bernilai besar akan lebih mudah, dibandingkan dengan emiten kontraktor lainnya yang tengah berkutat dengan restrukturisasi utang.
Dengan posisi perseroan sebagai BUMN Karya paling sehat, saham PTPP saat ini dinilai sudah tidak masuk akal atau salah harga. CGS CIMB Sekuritas menilai bahwa investor sudah terlalu lama mengabaikan saham PTPP atau terhitung sejak booming pembangunan infrastruktur beberapa tahun lalu.
Baca Juga
“Bankabilitas merupakan hal sangat penting untuk mendapatkan kontrak baru bernilai besar dari swasta maupun BUMN. Dari berbagai emiten konstruksi, PTPP merupakan satu-satunya kontraktor pilihan dengan profil yang bankable, sedangkan kontraktor besar lainnya fokus pada restrukturisasi utang,” tulis tim riset CGS CIMB Sekuritas.
Saat ini, terang CIMB Sekuritas, harga saham PTPP baru diperdagangkan pada PBV 0,3 kali. “Menurut kami, saham PTPP selama ini salah harga dan diabaikan investor. PTPP seharusnya diperdagangan dengan PBV 1 kali atau setara dengan Rp 1.800 per saham. Apalagi perseroan mendapatkan banyak kontrak baru,” tulisnya.
Baca Juga
Merdeka Copper (MDKA) Optimistis Tembaga Tujuh Bukit Beroperasi 2026
CIMB Sekuritas menyebutkan bahwa pembangunan Ibu Konta Negara (IKN) akan menjadi titik kebangkitan PTPP. Berdasarkan data, perseroan telah mengantongi kontrak proyek pembangunan IKNsenilai Rp 5,54 triliun. Angka tersebut berasal dari pengerjaan 10 proyek infrastruktur.
“Bayangkan Anda sebagai pemilik proyek.Kontraktor mana yang akan Anda pilih? Yang memiliki keahlian luas? Memiliki pengetahuan lokal? Bankable? Kami yakin jawabannya adalah semuanya. Oleh karena itu, kami berpendapat bahwa PTPP berada dalam posisi yang tepat untuk mendapatkan proyek-proyek besar dari ibu kota baru,” terangnya.
Baca Juga
Berbagai faktor tersebut menjadikan PTPP satu-satunya kontraktor yang paling diuntungkan atas dinamika industri konstruksi saat ini. Hal ini sudah terlihat dari keberhasilan perseroan mencatatkan pertumbuhan kontrak baru sebanyak 16% hingga Juli 2023. Perseroan juga berhasil membukukan rekor tertinggi sepanjang sejarah untuk GPM pada kuartal II-2023.
