Inflasi Desember 2,61%, Ini Pemicunya
JAKARTA, investortrust.id - Pada Desember 2023 terjadi inflasi tahunan (year on year/yoy) sebesar 2,61%, dengan inflasi bulanan (month to month/mtm) dan inflasi tahun berjalan (year to date/ytd) masing-masing 0,41% dan 2,61%. Adapun inflasi inti mencapai 1,80% (yoy), 0,14% (mtm), dan 1,80% (ytd).
“Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 5,08%, sedangkan terendah di Bandung sebesar 0,63%,” kata Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Selasa (02/01/2024).
Baca Juga
Kemendag Pastikan Harga Bapok Stabil dan Inflasi Terkendali di Periode Nataru
Menurut Amalia Adininggar, inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran.
Amalia menjelaskan, indeks kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 6,18%, kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,78%, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga meningkat 0,50%, serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 1,57%.
Baca Juga
Jelang Pergantian Tahun, Apindo Prediksi Inflasi Terjaga di Kisaran 3% pada 2024
Kenaikan, kata Amalia, juga terjadi pada kelompok kesehatan (1,94%), transportasi (1,27%), informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,20%), rekreasi, olahraga, dan budaya 1,69%, pendidikan 1,97%, penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,07%, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 3,55%.
