Harga Minyak Terkerek 1% Lebih, Ini Penyebabnya
NEW YORK, Investortrust.id - Minyak mentah berjangka naik karena serangan drone Ukraina mengganggu kapasitas penyulingan Rusia dan Moskow mengurangi produksi untuk memenuhi target OPEC+.
Baca Juga
Harga Minyak Tergelincir, Pasar Menanti Hasil Perundingan Gencatan Senjata di Gaza
Dikutip dari CNBC, kontrak West Texas Intermediate untuk bulan Mei naik $1,32, atau 1,64%, menjadi $81,95 per barel. Kontrak Brent untuk bulan Mei bertambah $1,32, atau 1,55%, menjadi $86,57 per barel.
Rusia telah memerintahkan perusahaan-perusahaan untuk mengurangi produksi minyak guna memenuhi komitmen Moskow terhadap OPEC+, sumber industri mengatakan kepada Reuters pada hari Senin (25/03/2024). Beberapa negara OPEC+ telah menyetujui pengurangan produksi sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari hingga kuartal kedua.
Serangan pesawat tak berawak Ukraina menyebabkan kebakaran di kilang minyak Kuibyshev di kota Samara pada akhir pekan. Sumber industri mengatakan kepada Reuters bahwa salah satu unit penyulingan utama di fasilitas tersebut hancur setelah serangan tersebut.
Kyiv telah melancarkan kampanye serangan terhadap infrastruktur energi Rusia sejak awal tahun dan intelijen Ukraina mengklaim selusin fasilitas telah berhasil diserang. Setidaknya 10% dari kapasitas penyulingan Rusia telah terganggu akibat serangan tersebut, menurut intelijen Inggris.
Kementerian Pertahanan Inggris pekan lalu mengemukakan, perbaikannya memakan waktu tergantung pada tingkat kerusakannya. Perbaikan besar bisa memakan waktu lama dan biaya yang besar.
Baca Juga
