Garuda (GIAA) Ungkap Aksi Korporasi, Nilai Transaksinya US$ 50 Juta
JAKARTA, investortrust.id – Maskapai penerbangan pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyiapkan dana sebesar US$ 50 juta dalam rangka pelunasan sebagian surat utang dan sukuk melalui skema tender offer, kepada pemegang surat utang dan sukuk yang merupakan kreditur Garuda Indonesia dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).
Periode partisipasi dalam tender offer tersebut akan berlangsung hingga 15 Desember 2023 mendatang, dan pelunasan sebagian yang direncanakan akan dilaksanakan tanggal 21 Desember 2023.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, dana sebesar US$ 50 juta hanya untuk pembayaran pokok utang (principal), tidak termasuk pembayaran bunga terutang atau pembayaran jumlah distribusi periodik terutang ,yang nilainya akan ditentukan kemudian.
Baca Juga
Tarif Batas Atas Tak Bisa Dihapus, Dirut Garuda Sarankan Ini
‘’Alokasi dana tersebut bersumber dari kas internal Perusahaan, sejalan dengan kebijakan pengelolaan kas (cash management) Perusahaan yang salah satunya diprioritaskan untuk penyelesaian kewajiban Perusahaan kepada para kreditur,’’ urai Irfan dalam keterangan resmi yang dikutip, Selasa (5/12/2023).
Lebih lanjut Irfan Setiaputra mengungkapkan, rencana pelunasan sebagian surat utang dan sukuk ini merupakan bagian dari langkah proaktif Perusahaan untuk perbaikan kinerja ekuitas, melalui pengelolaan secara aktif atas aset, liabilitas dan ekuitas untuk mengoptimalkan efektivitas profil arus kas Perusahaan serta fundamental kinerja operasi Perusahaan.
Baca Juga
Pendapatan Garuda (GIAA) Terbang 48,37%, Rapor Bottom Line Masih Merah
Aksi korporasi ini juga menjadi representasi goodwill secara berkelanjutan Perusahaan dalam memastikan proses penyelesaian kewajiban terhadap para kreditur dapat menjadi semakin agile dan prudent.
Pelunasan sebagian ini juga telah mempertimbangkan volatilitas pasar yang terjadi saat ini termasuk peningkatan suku bunga di pasar mata uang dolar AS. Lebih lanjut, hal-hal lebih teknis terkait dengan mekanisme pelunasan sebagian tersebut dapat dirujuk dalam keterbukaan informasi pada SGX.
"Langkah korporasi yang kami laksanakan jelang penutupan tahun 2023, turut merepresentasikan komitmen Perusahaan untuk terus bergerak adaptif dalam mengoptimalkan langkah perbaikan fundamental kinerja operasi, dengan memperhatikan secara seksama outlook ekonomi makro guna menjaga momentum pemulihan kinerja Perusahaan,” tutup Irfan.
