BNI Bidik Pertumbuhan Kredit 9% di Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, Novita Widya Anggraini mengungkapkan pihaknya akan menargetkan pertumbuhan kredit mencapai 9% secara year on year (yoy) di tahun ini.
“Secara total kami menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 9% sampai 11%, yang juga sejalan dengan proyeksi pertumbuhan kredit di industri,” ujarnya, dalam Press Conference Full Year 2023 BNI, yang diadakan secara virtual, Jumat (26/1/2024).
Untuk mendukung kebutuhan ekspansi kredit tersebut, lanjut Novita, pihaknya akan mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) khususnya pada pertumbuhan giro dan tabungan.
Baca Juga
Keren! Transaksi BNI Mobile Banking Tumbuh 52%, Jadi Rp1.216 Triliun
“Kami memproyeksikan DPK akan tumbuh lebih baik dibandingkan tahun 2023, yang mana sebesar 5,4% (yoy), dengan CASA (current account saving account) dijaga di atas 70%,” katanya.
Adapun, tahun lalu BNI mencatatkan pertumbuhan kredit 7,6% (yoy) atau sebesar Rp 695 triliun. Sementara itu, DPK yang berhasil dihimpun mencapai Rp 810,73 triliun atau meningkat 5,4% (yoy). Mayoritas DPK BNI dikontribusi oleh dana murah, hal ini tercermin dari rasio current account saving account (CASA) yang berada di level 71,2%.
Baca Juga
Tiga Tahun Transformasi, BNI Hasilkan RoE Solid dan Ditargetkan Capai 20% di 2028
