Kredit Tumbuh 12,6% di Kuartal I 2025, BCA (BBCA) Targetkan Pertumbuhan Kredit Tahun Ini Tetap 6%-8%
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menyatakan tidak akan mengubah panduan pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2025. Meski di tiga bulan pertama tahun ini atau hingga kuartal I 2025 pertumbuhan kredit berada jauh di atas target tahun ini, yakni sebesar 6% hingga 8%.
Diketahui, BCA memasang target pertumbuhan kredit di kisaran 6% hingga 8% pada tahun 2025. Realisasi kredit BCA sepanjang 2024 tumbuh sebesar 13,8% atau mencapai Rp 922 triliun.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, jika dibandingkan dengan Maret 2024, pertumbuhan kredit per Maret 2025 memang mencapai 12,6%. Namun, Jahja bilang, secara year to date atau dibandingkan Desember 2024, pertumbuhan kredit BCA hanya 2,1%.
“Kalau di-annualized (disetahunkan) empat kali, ya nggak jauh-jauh dari 8%. Jadi, (target pertumbuhan kredit BCA) masih tetap pada guidance yang kita sampaikan. Tidak berubah. Karena lupakan yang year on year, year on year itu sudah menyangkut growth kredit selama 2024 terutama di kuartal III dan IV,” ujar Jahja dalam acara Press Conference Paparan Kinerja Triwulan I 2025 PT Bank Central Asia Tbk yang digelar secara virtual via Zoom di Jakarta, Rabu (23/4/2025).
Sebagai tambahan informasi, BCA dan entitas anak membukukan total kredit Rp 941 triliun per Maret 2025, naik 12,6% yoy. Pertumbuhan kredit ini ditopang ekspansi pembiayaan di berbagai sektor, disertai pertumbuhan pendanaan berkelanjutan.
"Pendanaan inti giro dan tabungan (CASA) tumbuh 8,3% yoy mencapai Rp 979 triliun, atau sekitar 82% total dana pihak ketiga (DPK)," kata Jahja.
Lebih lanjut, Jahja menyebut, pertumbuhan pembiayaan BCA ditopang kredit korporasi yang naik 13,9% yoy menjadi Rp 443,4 triliun. Kredit komersial tumbuh 9,9% yoy mencapai Rp 137,4 triliun.
Baca Juga
Capaian BCA di Kuartal I 2025: Salurkan Beasiswa hingga Raih Berbagai Penghargaan Bergengsi Dunia
Penyaluran kredit UKM tumbuh 12,9% hingga Rp 124,5 triliun. Kredit konsumer naik 11,3% yoy menjadi Rp 225,7 triliun, ditopang KPR BCA yang tumbuh 10,5% yoy hingga Rp 135,3 triliun, kredit kendaraan bermotor (KKB) tumbuh 12,3% yoy menjadi Rp 67,1 triliun, serta outstanding pinjaman konsumer lainnya (sebagian besar kartu kredit) meningkat 13,9% yoy hingga Rp 23,3 triliun.
Di sisi lain, penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 19% yoy menyentuh Rp 235 triliun, mencerminkan komitmen BCA terhadap prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Nilai ini sekitar 25% total portofolio pembiayaan.

