Bingung Tentukan Alokasi Keuangan? Simak Rumus 4321 Berikut Ini
JAKARTA, investortrust.id - Bagi para calon investor yang hendak memulai investasi ataupun bagi yang baru saja terjun membangun portofolio kerap kali dihadapkan dengan suatu kesulitan. Ya, kesulitan tersebut adalah memilih.
Investor kerap kesulitan memilah seberapa besar porsi penghasilan yang seharusnya dipaksa 'bekerja kembali' untuk menumbuhkan aset. Belum lagi langkah selanjutnya seperti mulai dari jenis instrumen hingga akumulasi porsi investasi itu sendiri, para investor kerap terjebak dalam situasi memilih. Analis BRI Manajemen Investasi Tina Meiliana membagikan tips kepada para investor agar tidak larut terjebak dalam situasi demikian.
Menurut Tina, agar memudahkan dalam mengelola keuangan para investor muda dapat mengingat rumus 4321.
"Tips mudah mengelola keuangan supaya mudah. Saya suka kasih rumus 4321 kepada investor muda atau siapapun," ungkap Tina dalam Tax Management Webinar bersama BRI Prioritas dan CNBC Indonesia, Rabu (06/03/2024).
Baca Juga
Ingin Menghindari Beban Pajak dalam Investasi Saham? Simak Tips Berikut Ini
Dalam penjelasannya yang dimaksud dengan 4321 adalah alokasi 40%, 30%, 20%, serta 10% terhadap jumlah penghasilan yang diterima. Ia menjelaskan 40% jumlah penghasilan harus dialokasikan kepada kebutuhan dasar seperti tempat tinggal, makan, transportasi, dan lain-lain.
"4321 itu lebih ke penghasilan kita, pastikan 40% untuk membiayai kebutuhan dasar, basic needs," sebutnya.
Kemudian, Tina mendorong para investor menggunakan alokasi 30% penghasilan untuk membayar utang. Baik utang produktif, maupun konsumtif.
"3 itu 30% nya kita itu harus siapkan membayarkan utang-utang kita. Utang produktif maupun utang konsumtif," ucapnya.
Baca Juga
Bank BTN (BBTN) Tetapkan Dividen Rp 700,18 Miliar, 20% dari Laba Tahun 2023
Setelah kebutuhan dasar serta utang berhasil dipenuhi, Tina menyebutkan 20% alokasi penghasilan dapat digunakan untuk pengembangan aset, seperti berinvestasi.
"20% kita harus sisihkan untuk pengembangan aset kita. Investasi, proteksi seperti asuransi. Jadi ada porsi 20% dari penghasilan kita," katanya.
Dan terakhir, 10% sisa dapat digunakan untuk kebutuhan sosial. Hal tersebut menurut Tina berkaitan erat dengan emosional dan nilai spiritual.
"Nah 10% nya memang untuk social needs. Untuk sosialnya, sedekahnya, zakatnya, atau social needs yang mengharuskan kita untuk berbagi karena kita punya believe kalau kita bagikan kembali harta kita biasanya akan kembalinya lebih," tandasnya.
Baca Juga
Namun, menurut Tina, tidak ada rumus pasti dalam hal pengelolaan keuangan. Ia berujar, setiap investor memiliki kecenderungan tersendiri sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan masing-masing.
"Untuk memudahkannya jadi berapa sih porsinya dan kebutuhannya apa saja? Ingat 4321 itu memudahkan sekali," sebutnya.
Mencapai Financial Freedom
Meski setiap orang memiliki strategi pengelolaan keuangan yang berbeda, ia percaya seluruh investor memiliki tujuan yang sama, yakni mencapai financial freedom.
"Intinya financial goals-nya semua orang financial freedom. Artinya belum tentu kaya raya itu financial freedom. Mungkin dia tidak punya keleluasan untuk menggunakannya, terlalu sedikit waktu untuk bisa mengoptimalkan menikmati kekayaan," ujarnya.
Baca Juga
Tina menambahkan, untuk mencapai financial freedom setiap investor perlu membekali diri dengan bekal pengetahuan yang cukup. Hal tersebut menurut Tina akan sangat menentukan langkah investor dalam mengambil setiap keputusan.
"Strategi setiap orang dalam mengelola keuangannya tentu berbeda ya tetapi saya percaya semua dimulai dari pemahaman. Jadi saat kita tahu ilmunya, informasinya tentang pajak terhadap aset yang kita miliki, karena aset tadi kita punya keuangan, punya juga aset dalam bentuk harta, kan. Strateginya harus betul-betul ditata sejak dini karena jika kita tahu ilmunya, kita bisa lebih efisien membayarnya, sehingga aset kita dapat bertumbuh jauh lebih optimal," jelas Tina.
Setelah memiliki cukup bekal pengetahuan dan kejelasan dalam menentukan tujuan keuangan, Tina percaya para investor akan lebih mudah memilih portofolio investasi yang sesuai dengan kebutuhan.
"Tujuan utamanya, financial goals nya harus clear. Dan begitu kita clear financial goals-nya, kita menetapkan strategi bisa dengan sangat mudah, tinggal pilih instrumen atau portofolionya kita sesuai dengan kebutuhan finansial. Tetapi rasanya setiap orang memiliki mimpi yang sama untuk having financial freedom," pungkas Tina.
