Banyak Saham Pendatang Baru Turun, Begini Tanggapan BEI
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna buka suara terkait tren pelemahan saham emiten yang baru listing perdana. Pergerakan harga tersebut merupakan dinamika pasar.
Dia mengatakan, perkembangan harga saham di pasar modal dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global, sentimen pasar, kinerja perusahaan, serta dinamika permintaan dan penawaran. “Kondisi relatif dinamis, tingkat suku bunga juga, kemudian geopolitical tension,” ujar Nyoman di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (3/7/2024).
Baca Juga
Walaupun demikian, ia mengatakan, saat ini kondisi market sudah relatif normal, sehingga investor memiliki appetite untuk memilih instrumen investasi yang tidak hanya satu pilihan. “Jadi kombinasi ini yang menentukan bagaimana apresiasi terhadap harga saham di perusahaan,” paparnya.
Nyoman melanjutkan, laporan keuangan emiten di bulan Juni yang akan dirilis pada bulan Juli nanti terlihat performa fundamental dari emiten-emiten tersebut. “Jadi pipeline masih relatif untuk mencapai pencapaian yang kita harapkan. Kalau total instrumen seperti target kita 230 sudah tercapai 70%. Kalau IPO saham, kami masih menunggu perkembangan dari pipeline ini dan juga bagaimana nanti perusahaan bisa speed up proses untuk dokumen penyampaian,” ungkap Nyoman.
Baca Juga
Mantan Dirut BEI Layangkan Surat Terbuka ke OJK Terkait FCA hingga Pendirian Bursa Efek Baru
Di samping itu, Nyoman juga menjelaskan bahwa proses IPO dilakukan dengan tidak hanya memperhatikan aspek formal, tetapi aspek substansi lain seperti kelangsungan usaha. “Kami senantiasa melakukan pengembangan pengaturan dengan menjaga relevansi terhadap kondisi terkini dalam dinamika pasar modal untuk meningkatkan kualitas Perusahaan Tercatat,” pungkasnya.
Sementara itu, menurut data BEI, hingga akhir semester pertama, telah terdapat 25 Perusahaan Tercatat dengan pencapaian fund raised sebesar Rp4 triliun, dengan jumlah pipeline saat ini mencapai 24 perusahaan. Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menargetkan jumlah perusahaan tercatat di bursa pada 2024 akan bertambah 62. Hingga 3 Juli 2024, telah terdapat 26 emiten yang mencatatkan saham perdana melalui IPO di BEI sepanjang tahun 2024.
