Bank Mandiri (BMRI) Prediksi Sektor Infrastruktur Akan Terus Meningkat
JAKARTA, Investortrust.id - Peluang bisnis di sektor infrastruktur akan terus meningkat sejalan dengan belanja infrastruktur yang akan terkerek naik pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2024.
“Berdasarkan riset tim Bank Mandiri, belanja infrastruktur bakal meningkat pada APBN 2024 sebesar Rp 423,4 triliun atau naik 6% dari outlook APBN 2023 yang sebesar Rp 399,6 triliun,” ujar Direktur Corporate Banking Bank Mandiri (BMRI), Susana Indah Kris Indriati, dikutip Kamis (15/2/2024).
Sementara, lanjut Susana, arah kebijakan infrastruktur 2024 diperkirakan akan fokus untuk mendukung proyek strategis nasional (PSN), sebagai katalis pertumbuhan ekonomi dalam negeri, serta meningkatkan daya saing Indonesia secara berkelanjutan.
“Adapun target pembangunan infrastruktur mencakup belanja infrastruktur pelayanan dasar seperti transportasi dan konektivitas, pendidikan, dan kesehatan, serta teknologi, informasi, dan komunikasi,” katanya.
Baca Juga
Percepat Pemerataan Ekonomi, BMRI Salurkan Kredit Infrastruktur Rp 301,77 Triliun
Ini membuktikan, pembangunan infrastruktur masih dibutuhkan sebagai salah satu mesin pencetak perekonomian yang berkelanjutan. Selain itu, ia juga meyakini penyaluran kredit infrastruktur dari Bank Mandiri akan terus tumbuh.
“Oleh sebab itu, Bank Mandiri akan konsisten mendukung pembiayaan infrastruktur dari hulu ke hilir dengan expertise yang relatif komplit dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian,” jelas Susana.
Sebagai catatan, hingga penghujung 2023, bank pelat merah ini sukses menyalurkan kredit infrastruktur sebesar Rp 301,17 triliun atau tumbuh 15,95% year on year (yoy) dibandingkan posisi 2022 yakni Rp 260,25 triliun.
Jika di-breakdown, kredit infrastruktur Bank Mandiri paling banyak disalurkan untuk sub sektor transportasi yang melonjak 24,79% (yoy) menjadi Rp 78,29 triliun pada akhir 2023. Disusul tenaga listrik yang meningkat 18,34% (yoy) menjadi Rp 51,50 triliun.
Untuk sub sektor telematika juga naik 13,41% (yoy) menjadi Rp 28,0 triliun pada 2023. Lalu, untuk sektor migas dan energi terbarukan juga tumbuh 30,33% (yoy) menjadi Rp 27,74 triliun. (CR-13)
