Awal Pekan Anjlok 2,7%, Tren Kenaikan Harga Emas Mulai Berat
Harga emas spot bergerak fluktuatif pada perdagangan Selasa (23/4/2024) pagi. Pukul 08.30 WIB, harga emas spot menguat tipis 0,07% ke US$ 2.328,99 dari posisi kemarin US$ 2.327,30 per ons troi. Namun 10 menit kemudian harganya jatuh kembali ke US$ 2.313,36 per ons troi atau turun 0,60%.
Pada perdagangan Senin (22/4/2024), emas ditutup di posisi US$ 2.326,29 per ons troi, anjlok 2,7%. Pelemahan ini memutus rekor positif emas yang terbang pada dua hari perdagangan sebelumnya.
Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, spot emas turun di bawah US$ 2.380 per ons troi pada hari Senin, mundur dari rekor tertinggi minggu lalu, di tengah meredanya ketegangan di Timur Tengah.
“Meski demikian, investor tetap mencermati potensi perkembangannya,” katanya kepada investortrust.id, Selasa (23/4/2024).
Baca Juga
Harga Emas Antam Turun Rp 18.000 per Gram, Cek Harga Termurahnya
Selain itu, emas menghadapi tekanan penurunan dari indikator ekonomi AS yang kuat serta pernyataan tegas dari beberapa pejabat Federal Reserve. Ekspektasi pembatasan suku bunga yang berkepanjangan membebani emas karena daya tarik aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas berkurang seiring dengan kenaikan suku bunga.
Secara rinci, awal pekan ini, koreksi harga emas dipicu oleh pernyataan para pejabat teras Bank Sentral AS Federal Reserve pekan lalu. Dalam sebuah diskusi panel di Washington DC, Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell memberi sinyal bahwa penurunan suku bunga acuan mungkin akan tertunda karena ekonomi AS yang masih digdaya.
Gubernur The Fed Atlanta Raphael Bostic juga memberi pernyataan bernada hawkish. Bostic menyebut merasa nyaman mempertahankan suku bunga tetap stabil, dan menegaskan tidak berpikir akan tepat untuk menurunkan suku bunga acuan hingga akhir tahun.
Dikutip dari Treasury, harga emas berpotensi naik pada pekan ini. Berdasarkan survei mingguan Kitco dari 14 analis Wall Street yang berpartisipasi, 10 analis memprediksi harga emas akan naik pada pekan ini. Tiga analis memprediksi emas akan stabil. Hanya satu analis yang memprediksi harga emas merosot.
Baca Juga
Emas Anjlok Lebih dari 2% Setelah Konflik Timur Tengah Mereda
Dalam sepekan terakhir, harga emas masih naik 0,08% secara point-to-point, selama sebulan ke belakang, harga melesat 10,2%. Harga emas telah menguat dalam lima pekan berturut-turut karena kekhawatiran akan pembalasan lebih lanjut antara Iran dan Israel memicu permintaan safe haven.
Harga emas di pasar spot membuka perdagangan minggu lalu pada US$ 2.367 per ons troi. Lalu seminggu setelah serangan drone dan rudal Iran terhadap Israel menyebabkan harga spot mencapai titik tertinggi di atas US% 2.426 per ons troi, muncul tanggapan Israel, yang sekali lagi mendorong emas kembali di atas US$ 2,400 pada Kamis malam.
Sedangkan pekan ini di tengah risiko geopolitik menjadi sentimen utama di pasar, data ekonomi relatif sepi. Namun pelaku pasar akan mengalihkan perhatian dari berita utama untuk mencerna data penjualan rumah terbaru, barang tahan lama, penjualan rumah tertunda, dan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal I 2024.
