Bursa Saham Eropa Melemah, Akhiri Tren Kenaikan Tiga Pekan
LONDON, investortrust.id - Pasar Eropa ditutup melemah pada Jumat (13/12/2024). Investor bereaksi terhadap data yang mengecewakan dari dua ekonomi terbesar di kawasan tersebut.
Baca Juga
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup turun 0,62%, sekaligus mencatat kerugian mingguan setelah tiga minggu berturut-turut mencatatkan kenaikan.
Sentimen suram pada Jumat dipicu oleh penurunan tak terduga dalam data PDB Inggris dan data ekspor utama dari Jerman.
Ekonomi Inggris menyusut sebesar 0,1% secara bulanan, menurut perkiraan Kantor Statistik Nasional (ONS) pada Jumat, dengan penurunan ini dikaitkan dengan turunnya output produksi. Para ekonom yang disurvei oleh kantor berita Reuters sebelumnya memperkirakan PDB akan tumbuh 0,1% pada Oktober.
Di Prancis, Presiden Emmanuel Macron menunjuk Francois Bayrou sebagai perdana menteri baru pada Jumat. Pengumuman ini datang setelah berminggu-minggu gejolak politik di negara tersebut, di mana para anggota parlemen menggulingkan mantan perdana menteri Michel Barnier.
Indeks CAC 40 Prancis sempat diperdagangkan sedikit lebih tinggi setelah berita tersebut, tetapi melemah pada akhir perdagangan dan ditutup turun 0,23%.
Pada Kamis, Bank Sentral Eropa (ECB) menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin, menandai pemotongan keempat sekaligus terakhir untuk tahun ini. Para pembuat kebijakan juga mengisyaratkan kemungkinan pemotongan lebih lanjut pada 2025.
Bank Nasional Swiss juga memangkas suku bunga pada Kamis dengan penurunan yang lebih besar dari perkiraan sebesar 50 basis poin, sementara bank sentral Denmark mengumumkan penurunan sebesar 25 basis poin.
Para pengamat bank sentral kini mengalihkan perhatian mereka ke minggu depan, menantikan keputusan suku bunga dari Federal Reserve AS dan Bank of England.
Pasar Asia-Pasifik sebagian besar melemah, dipimpin oleh kerugian di China setelah Beijing menegaskan perubahan kebijakan terbarunya dan menekankan rencana untuk meningkatkan pertumbuhan setelah pertemuan tingkat tinggi pada Kamis.
Baca Juga
Pasar Asia Rontok, Investor Evaluasi Kebijakan Stimulus China
Saham-saham AS dibuka lebih tinggi, meskipun S&P 500 tetap berada di jalur untuk mencatatkan penurunan mingguan pertamanya dalam empat minggu.

