Asosiasi Minta Pemerintah Pantau Dampak Kolaborasi TikTok-Tokopedia pada UMKM
JAKARTA, Investortrust.id - Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesa (AKUMANDIRI) Hermawati Setyorinny meminta pemerintah untuk terus mengawal kolaborasi antara TikTok dengan Tokopedia. Adapun poin penting yang perlu dipantau terkait dampak bagi UMKM lokal.
"Tinggal bagaimana nanti dampak ke depannya ada enggak nilai positifnya, terus nilai positif sama negatif gede yang mana," ucapnya kepada investotrust.id, Rabu, (13/12/2023).
Hermawati menilai, kemitraan strategis antara kedua platform tersebut sah-sah saja dari sisi bisnis. Meski demikian, harus kesepakatan itu harus diikuti dengan kepatuhan pada peraturan atau regulasi yang sudah ditetapkan pemerintah.
"Melihat bagaimana langkah pemerintah membuat TikTok Shop ini tetap berjalan tetapi menurut rambu-rambu, mengikuti rambu-rambu negara," terang Hermawati.
Baca Juga
Terkait Investasi Tiktok di Tokopedia, Berikut Dampak Positifnya bagi Performa GOTO
Lebih lanjut, Hermawati berharap dengan kolaborasi antara TikTok dan Tokopedia tidak mematikan UMKM. Pasalnya, ia menilai, banyak pelaku usaha lokal yang tidak hanya menjalankan usahanya di Tokopedia, melainkan platform e-commerce lainnya.
"Hanya saja itu tidak juga berakibat baik kepada pelaku umkm yg awalnya di e-commerce. E-commerce itu kan enggak hanya tokopedia kan, ada Lazada, Shopee, ada Bukalapak, nah kan banyak," tandasnya.
Diketahui, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan TikTok mengumumkan kemitraan strategis untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dengan fokus pada pemberdayaan serta perluasan pasar bagi pelaku UMKM nasional.
Kemitraan strategis tersebut direalisasikan dengan menjadikan TikTok sebagai pengendali baru Tokopedia dengan kepemilikan 75,01% dan sisanya Goto sebanyak 24,99%. Atas kemitraan strategis tersebut, TikTok akan menginvestasikan lebih dari US$ 1,5 miliar dalam jangkan panjang. (CR-9)
Baca Juga
Perkawinan TikTok dan Tokopedia Bisa Gerus Pasar Shopee, Ini Kata Pengamat
