Asosiasi Tekstil Beberkan Dampak Buruk Proteksionisme Trump bagi Industri RI
JAKARTA, investortrust.id - Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat akan memberikan dampak ekonomi terhadap negara lain apabila dia menerapkan pendekatan proteksionisme, yakni mementingkan ekonomi domestik AS.
Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta menilai, jika proteksionis diterapkan oleh Trump, maka negara yang menjadi target utama adalah China, dan juga negara lain yang merupakan produsen barang-barang tekstil.
"Sikap proteksionis Trump akan menjadikan China sebagai target utama, tapi negara-negara produsen lain juga akan terkena imbasnya," ucap Redma kepada investortrust.id, Sabtu (16/11/2024).
Redma memperkirakan, apabila Trump menggunakan instrumen safe guard untuk melindungi industri domestik Amerika Serikat, maka supplier maupun eksportir Indonesia akan terkena imbas dari kebijakan tersebut.
"Kalau anti-dumping yang dipakai, Indonesia akan menjadi tempat ideal untuk transhipment karena lemahnya birokrasi dan gampangnya dinas perdagangan daerah menerbitkan SKA (Surat Keterangan Asal)," paparnya.
Dampak yang lainnya adalah China akan menumpahkan barang-barang produksinya ke negara lain, salah satunya adalah Indonesia. Namun diketahui, imbas dari perang dagang antara AS dan China ini sudah terjadi dalam beberapa tahun belakangan.
"Imbas berikutnya juga pada pasar domestik kita yang akan semakin dibanjiri barang China," ungkap Redma.
Baca Juga
Pemerintah bakal Luncurkan Insentif Industri Padat Karya, Termasuk Tekstil

