Akuisisi Konsesi Nikel Kolaka Kerek Pendapatan IFSH Sebesar 46,85%
JAKARTA, investortrust.id – Emiten pertambangan nikel, PT Ifishdeco Tbk (IFSH) mencatat pertumbuhan laba bersih 38,78% secara year on year (yoy) menjadi Rp 102,95 miliar per 30 September 2023 atau kuartal III-2023. Pada periode yang sama tahun sebelumnya IFSH mencatat laba bersih Rp 74,18 miliar.
Pada periode tersebut, IFSH mencatat Earnings Before Interest, Taxes and Depreciation sebesar Rp 38,58 miliar, meningkat 37,95% yoy dibanding dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Untuk performa laba kotor IFSH tercatat sebesar Rp 421,5 miliar, meningkat 13,91% dari performa periode yang sama di tahun 2022 sebesar Rp 370,03 miliar.
Baca Juga
Sumber Global Energy (SGER) Tingkatkan Modal Dasar Jadi Rp 800 Miliar
Sementara itu, pencapaian laba usaha sebesar Rp 135,49 miliar meningkat 25,49% dibandingkan periode yang sama di tahun 2022 sebesar Rp 107,97 miliar.
Sekretaris Perusahaan IFSH, Rivka Rotua Natasya, mengatakan, faktor pendukung peningkatan persentase atas laba usaha ini disebabkan oleh peningkatan volume penjualan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pencapaian ini tentunya tidak lepas dari penerapan strategi manajemen dalam mencapai target yang sudah ditetapkan,” papar Rivka Rotua Natasya dalam keterangan yang dikutip, Senin (6/11/2023).
Adapun pencapaian nilai laba bersih per saham dasar IFSH tercatat tumbuh mencapai 37,14% dibandingkan laba bersih per saham dasar di periode yang sama di tahun 2022.
Baca Juga
Pada kuartal III-2023, revenue IFSH tercatat sebesar Rp 997,56 miliar, mengalami kenaikan signifikan sebesar 46,58% dibandingkan di periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 680,56 miliar.
“Pertumbuhan revenue ini didorong oleh dua faktor, faktor pertama yaitu pertumbuhan organik, di mana IFSH berhasil meningkatkan volume produksi dan penjualan dibandingkan tahun sebelumnya dan faktor kedua adalah pertumbuhan anorganik, di mana IFSH memiliki stream revenue baru dari hasil akuisisi dan penyertaan modal pada tahun lalu, yaitu konsesi nikel baru di daerah Kolaka Utara, serta konsesi batu silica di Tinanggea,” ujar Rivka Rotua Natasya.
