Ifishdeco (IFSH) Jajaki Peluang Akuisisi Tambang Nikel Baru
JAKARTA, investortrust.id – PT Ifishdeco Tbk (IFSH) membukukan penjualan bersih Rp 972,71 miliar dan laba bersih Rp 143,45 miliar. Selain itu, dari sisi ekuitas tumbuh 6,64% menjadi Rp 838,04 miliar per 31 Desember 2024, dari sebelumnya Rp 785,88 miliar pada akhir 2023. Aset perusahaan tercatat sebesar Rp 1,01 triliun, sementara liabilitas mencapai Rp 169,93 miliar.
Sekretaris Perusahaan Ifishdeco Rivka Rotua Natasya mengungkapkan bahwa perusahaan tetap dapat menunjukkan kinerja keuangan yang solid meski menghadapi tantangan fluktuasi harga nikel dan kondisi pasar yang dinamis. Menurutnya, strategi efisiensi yang diterapkan berhasil menjaga daya saing dan memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan.
“Kami tetap optimis terhadap prospek bisnis nikel ke depan dengan mengejar kenaikan volume produksi bijih nikel pada periode 2025-2026,” jelasnya, dalam siaran pers, Rabu (26/2/2025).
Baca Juga
Permintaan Nikel akan Naik, Ifishdeco (IFSH) Genjot Produksi dan Ekspansi
Perusahaan pertambangan itu yakin akan semakin kokoh sebagai pemain utama di industri nikel Indonesia dan senantiasa melanjutkan rencana strategisnya dalam mengembangkan dan mengoptimalkan kapasitas produksi dengan investasi dalam teknologi pertambangan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Di sisi lain, perseroan optimistis dapat meningkatkan produksi bijih nikel di tahun ini dengan menargetkan produksi mencapai 2,24 juta ton. Tahun depan, angka itu diproyeksikan naik menjadi 2,29 juta ton.
Selain itu, Ifishdeco juga berencana melakukan ekspansi lebih agresif. Selain meningkatkan produksi, perusahaan membuka peluang untuk mengakuisisi tambang nikel baru. Langkah ini diharapkan bisa memperbesar cadangan nikel dan mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan.
Baca Juga
Demi Rencana Ini, Ifishdeco (IFSH) Rancang Rights Issue 20% Saham
Ifishdeco memiliki lahan tambang di Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Total luas konsesi yang dimiliki mencapai 2.580 hektar, dengan IUP operasi/produksi seluas 800 hektar.
Selain tambang nikel, Ifishdeco juga memiliki aset di beberapa wilayah lain. Di Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, anak usahanya, PT Patrindo Jaya Makmur dan PT Hangtian Nur Cahaya di Konawe Selatan.
"Dengan cadangan nikel yang melimpah dan strategi ekspansi yang agresif, Ifishdeco optimistis bisa terus tumbuh dan memperkuat posisinya di industri tambang nasional," tutup Rivka.

