Airlangga Ungkap Siasat Prabowo Atasi Beban Fiskal
Reporter | Farhan Nugraha
Editor |
JAKARTA, investortrust.id - Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap siasat yang akan ditempuh pemerintah ke depan, di bawah kepemimpinan Presiden Terpilih Prabowo Subianto, dalam mengatasi ancaman beban fiskal. Sejumlah rencana program kerja prioritas Prabowo seperti makan siang gratis, pembangunan Ibu Kota Nusantara, hingga menaikkan gaji aparatur sipil negara (ASN) membutuhkan alokasi anggaran yang tidak sedikit.
Menko Airlangga memastikan pemerintah akan tetap menjaga ambang batas defisit fiskal maksimal di level 3% terhadap produk domestik bruto (PDB). Skema detail terkait alokasi anggaran program prioritas pemerintah akan dibahas lebih lanjut bersama DPR dalam penyusunan APBN 2025.
"Itu (APBN 2025) akan kita bahas di Senayan," kata Airlangga di Kanisius Menteng, Jakarta, Sabtu (11/5/2024).
Baca Juga
Beri Kuliah di London, Airlangga: Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi 6-7%/Tahun
3 Skema Disiapkan
Dalam memastikan berjalannya program pemerintahan ke depan di tengah kapasitas fiskal yang tersedia, ia menyebut, setidaknya terdapat tiga skema yang sudah disiapkan. Pertama adalah mendorong skala prioritas dari setiap program yang akan dijalankan. Hal ini menjadi opsi pertama apabila ruang fiskal yang tersedia tidak memadai.
Opsi kedua adalah dengan mendorong realisasi investasi. Ketiga adalah dengan mendorong daya beli masyarakat.
Ia mengungkap, terkait daya beli masyarakat, pemerintah akan tetap mempersiapkan paket kebijakan insentif sosial. "Kita sudah berpengalaman melakukan itu selama (pandemi) Covid-19 kemarin," ujar Airlangga.
Ekonom Senior Chatib Basri mengungkapkan pandangannya pada sesi talk show, Seminar Ekonomi: Perspektif Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi: Menuju Indonesia Emas 2045 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius di Sport Hall Kolese Kanisius Jakarta, Sabtu, (11/5/2024). Foto: Investortrust/Elsid Arendra.
Sementara itu, ekonom senior Chatib Basri mengingatkan agar alokasi anggaran yang besar harus diiringi dengan belanja yang optimal. Lebih jauh, ia berharap agar belanja yang dilakukan pemerintah dapat memberikan multiplier effect terhadap perekonomian nasional.
"Bisa jadi programnya jalan. Tetapi, pilot project dulu, tidak langsung serentak," ungkap Chatib.
