Beri Kuliah di London, Airlangga: Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi 6-7%/Tahun
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah Indonesia berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi rata-rata 6-7% per tahun. Hal ini untuk mendukung terwujudnya Visi Indonesia Emas 2045, yakni menjadi “Negara Nusantara yang Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan” pada 100 tahun RI merdeka.
“Dengan capaian kinerja dan keberlanjutan pembangunan bangsa Indonesia ke depan, saya yakin bahwa Indonesia berada dalam jalan yang tepat (on-track) untuk mencapai visi tersebut. Pemerintah RI memiliki empat pilar utama untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2024, yakni pertama, pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, dalam keterangan pada Rabu (1/5/2024), yang mamaparkan materi kuliah yang disampaikannya di London School of Economics and Political Science (LSE) di Inggris.
Baca Juga
Pilar kedua adalah pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Ketiga, pemerataan pembangunan. Keempat, pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan.
Maksimalkan 3 Mesin Ekonomi
Pada kuliah tamu yang dihadiri lebih dari 100 mahasiswa di London tersebut, Menko Airlangga
juga sampaikan upaya pemerintah RI dalam memobilisasi dan memaksimalkan tiga mesin
ekonomi untuk mempercepat pertumbuhan. "Pertama, mesin perekonomian konvensional
yang digunakan harus diperbaharui untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas yang
ada. Revitalisasi mesin ini akan meningkatkan stabilitas makroekonomi, dengan meningkatkan
investasi baru, ekspor, dan daya saing," paparnya.
Kedua, mesin ekonomi baru yang akan berfungsi sebagai akselerator pertumbuhan masa
depan. Mesin ekonomi baru ini mencakup penggunaan aplikasi digital dan kecerdasan buatan,
pengembangan industri semikonduktor untuk mendorong industrialisasi, serta pengembangan
ekonomi hijau dan energi terbarukan. Ketiga, mesin ketahanan sosial yang bermanfaat bagi
kelangsungan hidup kelompok masyarakat miskin dan rentan.
Baca Juga
Sri Mulyani Paparkan Jurus Jaga Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5%
Menko Airlangga juga mengundang pelajar yang hadir dalam kuliah tamu tersebut mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di Inggris, untuk meningkatkan kontribusi bagi perekonomian Indonesia. "Salah satu sektor yang menarik adalah ekosistem kendaraan listrik. Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik yang selaras dengan strategi downstreaming critical mineral Indonesia. Selain itu, pengembangan sektor tersebut akan mempercepat agenda dekarbonisasi," ucapnya.
Pusat Produksi Kendaraan Listrik Global
RI juga mulai menjadi pusat produksi kendaraan listrik global, antara lain Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, SGMW Motor Indonesia, BYD Motor, dan Chery Indonesia. Sementara itu, beberapa produsen yang dikonfirmasi akan bergabung pada tahun 2024 adalah Neta, Vinfast, Citroen, dan MG Motors.
"Sepanjang 2023, total penjualan kendaraan listrik baterai mencapai 17.147 unit. Ini tumbuh 66% dibandingkan dengan 2022," ucap Airlangga.
Turut hadir dalam kuliah tamu ini wakil menteri Perdagangan RI, sekretaris kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian, plt sekretaris jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, dan duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris merangkap Irlandia dan IMO.
Kuliah tamu di LSE ini terselenggara melalui kerja sama Kemenko Perekonomian dan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di London. Kuliah dihadiri pelajar internasional di Inggris.
Bonus Demografi Wajib Dimanfaatkan
Dalam kuliahnya, Menko Airlangga menggarisbawahi pentingnya pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Indonesia memiliki kekuatan yang harus dimanfaatkan dengan baik. Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat, Indonesia memiliki peluang bonus demografi yang wajib dimanfaatkan. Hal ini untuk mengimbangi berkah kekayaan sumber daya alam yang dimiliki bangsa Indonesia,” kata Menko Airlangga.
Ia menegaskan, Indonesia adalah negara yang tangguh. Hal ini dibuktikan dengan perekonomian Indonesia tetap menjadi salah satu pencapaian terbaik di antara negara-negara peer.
"Ini di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menguntungkan dalam beberapa tahun terakhir karena pandemi Covid-19. Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik, tekanan keuangan, fragmentasi perdagangan, dan perubahan iklim," imbuhnya.
Ia mengatakan, dasar-dasar ekonomi Indonesia solid dan sehat. Ekonomi Indonesia tumbuh 5% selama delapan kuartal terakhir berturut-turut.
Perlu Investasi Tumbuh 6,8%/Tahun
Airlangga mengatakan, modalitas lain yang dimiliki Indonesia selain stabilitas pertumbuhan ekonomi adalah stabilitas politik. Pada Februari 2024, Indonesia telah berhasil mengadakan pemilihan umum.
Pemerintahan baru akan tetap berkomitmen pada prioritas reformasi struktural dan hasil pemilihan tidak akan mengalihkan sikap ini. Fokus kebijakan pada pertumbuhan dan kewaspadaan fiskal akan tetap utuh.
"Pascapemulihan ekonomi yang solid dari pandemi, Indonesia lanjut bergerak untuk menjadi ekonomi yang maju. Untuk mencapai hal ini, selain pemerintah berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi rata-rata 6-7% per tahun dalam 20 tahun ke depan, juga diperlukan dukungan investasi untuk tumbuh 6,8% per tahun," tandasnya.
Pemerintah juga telah merancang strategi komprehensif dan adaptif untuk melakukan transformasi ekonomi melalui lima hal. Pertama adalah sains dan teknologi, inovasi, dan produktivitas ekonomi.
Kedua, implementasi ekonomi hijau. Ketiga, transformasi digital. Keempat, integrasi ekonomi domestik dan global. Kelima, area perkotaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
Terkait upaya seimbang, lanjut dia, pemerintah akan mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi domestik maupun global. Menko Airlangga menjelaskan bahwa pada tingkat nasional, pemerintah berfokus pada perbaikan peraturan dan kemudahan melakukan bisnis untuk menarik investasi di Indonesia. Ini antara lain melalui penegakan UU Cipta Kerja, implementasi pendekatan berbasis risiko OSS, dan memberikan insentif fiskal.
“Sementara itu, sebagai significant global player, Indonesia terus menunjukkan kepemimpinannya, baik di tingkat global melalui forum G20 hingga forum regional seperti ASEAN dan Indo-Pacific Economic Framework (IPEF). Proses keanggotaan OECD juga bertujuan untuk memfasilitasi formulasi dan perbaikan kebijakan dan peraturan,” ujar Menko Airlangga. (pd)
