Airlangga Bandingkan Usia Gibran dengan Sutan Sjahrir
Jakarta, investortrust.id – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka secara resmi diusung Partai Golkar untuk menjadi cawapres mendampingi capres Prabowo Subianto pada Pilpres 14 Februari 2024. Gibran, yang saat ini berusia 36 tahun, dianggap sebagai representasi kaum muda di pucuk pemerintahan. Sejarah juga mencatat, Sutan Sjahrir terpilih sebagai perdana menteri pertama sejak Indonesia merdeka juga pada usia 36 tahun.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, saat meresmikan nama Prabowo-Gibran sebagai bakal capres-cawapres, dalam forum Rapimnas Golkar di Jakarta, Sabtu (21/10/2023).
“Mengapa Partai Golkar berpikir anak muda? Kita punya sejarah. Contohnya Sutan Sjahrir menjadi perdana menteri pertama sejak Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno-Hatta, saat itu umum Sutan Sjahrir 36 tahun. Dan Sutan Sjahrir adalah kepala Eksekutif atau pemerintahan. Jadi kalau Sutan Sjahrir bisa, maka saya yakin under 40, anak muda kita juga siap mendampingi Pak Prabowo,” ungkap Airlangga.
Sutan Sjahrir lahir pada 5 Maret 1909, dan menjabat perdana menteri sejak November 1945, saat dia berusia 36 tahun. Sedangkan Gibran Rakabuming Raka lahir pada 1 Oktober 1988, atau saat ini berusia 36 tahun.
“Oleh karena itu setelah mencermati dengan seksama perkembangan dan mengedepankan kepentingan lebih besar untuk bangsa dan negara, menjaga stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi dan pemerataan, serta berdasarkan hasil pertemuan dengan para ketua DPD tadi malam, semua konsensus mengusulkan dan mendukung Mas Gibran Rakabuming Raka untuk kita pasangkan dengan Pak Prabowo Subianto. Apakah setuju?” tanya Airlangga
“Setuju,” sambut para peserta Rapimnas.
Airlangga menjelaskan, keputusan Rapimnas Golkar yang akan mengusung Prabowo-Gibran sebagai capres-cawapres pada Pilpres 2024 akan diserahkan kepada Prabowo Subianto yang juga menghadiri Rapimnas Golkar.
“Kalau semua setuju, maka usulan Partai Golkar akan saya serahkan kepada Pak Prabowo untuk disampaikan pada forum pertemuan ketua umum partai koalisi,” jelasnya.
Airlangga menilai, bagi Partai Golkar, representasi kalangan muda saat ini sangat penting. Mencermati pasangan capres-cawapres yang lain, usianya di atas 50 tahun.
“Kita tahu generasi muda merupakan generasi milenial dan generasi Z. Jumlah keduanya 120 juta, atau 53%. Sehingga kami berharap mas Gibran bisa memanfaatkan bonus demografi yang produktif. Generasi muda sekarang adalah yang berpendidikan, melek teknologi, informasi, dan digital, serta kreatif,” ujarnya.
Golkar, lanjut Airlangga, juga melahirkan pemimpin-pemimpin muda under di bawah usia 40 tahun. Jumlah kepala daerah berusia under 40 dari Partai Golkar ada 20, dan ini lebih banyak dari partai lain. Walauupun Partai Golkar berusia 59 tahun, tetapi kaderisasi terus berjalan,” tegasnya.
