Survei: 74,9% Puas Kinerja Prabowo, Program MBG Jadi Idola
JAKARTA, investortrust.id -- Sebanyak 74,9% masyarakat puas dengan kiner Prabowo Subianto sebagai presiden. Sementara itu, sebanyak 74,1% publik menyatakan puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Wapres Gibran Rakabuming Raka. Hal tersebut terpotret dalam survei terbaru Poltracking Indonesia yang dirilis Senin (13/4/2026).
"74,1% publik puas terhadap pemerintahan Prabowo Gibran," kata Peneliti Utama Poltracking Indonesia Masduri Amrawi, dalam rilis Hasil Survei Nasional Evaluasi Kinerja Pemerintah dan Program Prioritas Prabowo-Gibran, Senin (13/4/2026).
Baca Juga
Survei Poltracking: Mayoritas Masyarakat Puas dan Percaya dengan Kinerja Prabowo-Gibran
Masduri mengatakan kepuasan tersebut disokong oleh kepuasaan publik terhadap program makan bergizi gratis (MBG). Sebanyak 23% responden menyatakan puas dengan program tersebut.
"Alasan publik puas terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. 23% itu disokong oleh kepuasan terhadap program makan bergizi gratis," ujarnya.
Masduri menyebut, selain program prioritas, MBG juga merupakan program paling fenomenal. Program tersebut juga kerap disoroti publik, baik oleh mereka yang mendukung maupun mereka yang kontra. Sebanyak 88% publik mengetahui program MBG. Penilaian terhadap program MBG, sebanyak 55% publik mengatakan puas dengan program tersebut, namun masih ada sebanyak 35,8% publik mengatakan tidak puas.
Selain program MBG, publik juga puas dengan bantuan pemerintah yang tepat sasaran (13,8%), kepemimpinan tegas dan berwisata (10,2%), ekonomi stabil (7,8%), dan Kinerja yang terbukti (7,0%).
Baca Juga
Program MBG populer dan menjadi salah satu program yang mendongkrak tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo. Masduri menyatakan, program MBG juga mendapat afirmasi positif dari publik. Sebanyak 36,5% publlik menilai MBG sebagai program paling dirasakan manfaatnya, kemudian bantuan subsidi upah (11%) dan layanan kesehatan gratis (9,6%).
Survei ini dilakukan terhadap WNI Berusia 17 tahun dan dilakukan secara tatap muka pada 2-8 Maret 2026 dengan melibatkan sebanyak 1.220 responden. Survei menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error survei +/- 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

