Prabowo Sebut Pokok Pemikiran dan Perjuangannya Bertahun-tahun Didukung PBB
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menyatakan, pokok-pokok pemikiran dan perjuangannya selama bertahun-tahun mendapat pengakuan dan didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pokok pemikiran dan perjuangannya mengenai pentingnya kemandirian pangan dan energi tertuang dalam sustainable development goals (SDGs) yang diluncurkan PBB pada 2015 lalu.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam taklimatnya saat rapat kerja (raker) pemerintah di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga
Prabowo Minta Maskapai Garuda dan Saudia Airlines Bentuk Joint Venture Layanan Haji
Prabowo mulanya mengatakan, telah terjun ke dunia politik sejak 2004 dan menjadi pemimpin partai politik sejak 2008. Selain itu, Prabowo juga menyatakan telah lama menjadi pelaku ekonomi dan mantan prajurit. Selama itu, Prabowo menekankan, telah memperjuangkan pentingnya kemandirian pangan, energi, dan air bagi keselamatan bangsa.
"Saya juga pelaku ekonomi sebagai seorang pengusaha dan saya juga sebagai mantan prajurit saya juga sebagai mantan panglima saya juga sebagai mantan jenderal Tentara Nasional Indonesia, dalam sekian tahun saya telah meyakini dan saya telah menyebarluaskan hal-hal pokok yang saya yakini adalah dasar keselamatan bangsa," katanya.
Kepala Negara menyatakan, pokok-pokok pemikiran dan perjuangannya itu dibenarkan oleh PBB. Dikatakan, PBB telah meramalkan terdapat tiga krisis yang akan melanda dunia, yakni krisis pangan, energi, dan air.
"PBB, United Nations membenarkan ini dalam SDG yg mereka umumkan suistainable developtment goals di mana beberapa tahun lalu, PBB sudah meramalkan bahwa krisis dunia krisis yang akan melandai seluruh dunia adalah tiga hal yaitu krisis pangan, energi dan krisis air. Food, energy, and water. Ini sudah dicanangkan oleh PBB dan ini sudah saya perjuangkan di mana-mana bertahun-tahun, belasan tahun," kata Prabowo.
Prabowo menyatakan, pemikiran dan perjuangannya telah dituangkan dalam sejumlah buku yang diterbitkan selama 10 tahun terakhir. Hal ini, kata Prabowo menunjukkan konsistensinya untuk memperjuangkan kemandirian pangan, energi, dan air.
"Ini sebagai bukti bahwa sekian puluh tahun pun saya sudah cantumkan hitam di atas putih bahwa masalah dasar itu pangan, energi, air," katanya.
Prabowo bersyukur Indonesia tidak menghadapi persoalan berarti dalam hal ketersediaan air. Bahkan, air di Indonesia terkadang berlebih karena curah hujan yang tinggi. Dikatakan, sehari hujan di Bogor sama dengan setahun hujan di Australia.
"Satu hari air turun di bogor sama dengan satu tahun air turun di Australia Barat. Demikian berkah yang kita terima dari yang maha kuasa," katanya.
Baca Juga
Prabowo: 1,5 Tahun Ini Kita Buktikan Pemerintahan Efektif dan Andal
Meski demikian, Prabowo mengakui, di sejumlah daerah, terutama Indonesia timur, masih ada yang mengalami kesulitan air. Prabowo menyebut persoalan itu terkadang karena bangsa Indonesia sendiri yang tidak mampu menjaga alam.
"Hutan kita babat, pohon-pohon di gunung kita babat, akhirnya air tidak dapat ditahan, terjadi kekeringan, tetapi hal-hal ini dapat kita atasi. Ada negara-negara yang kaya minyak dan gas, tidak punya air," katanya.

