Menteri Ara Ungkap Prabowo Targetkan 400.000 Rumah Dibedah pada 2026, Melonjak 780%
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menargetkan program bedah rumah pada 2026 mencapai sebanyak 400.000 rumah. Jumlah itu naik signifikan hingga 780% dibanding 2025 yang hanya 45.000 rumah.
Hal itu diungkapkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait seusai mengikuti rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4/2026).
"Barusan kami rapat bersama Bapak Presiden dan dukungan yang luar biasa dari Bapak Presiden Prabowo untuk perumahan rakyat. Satu di antaranya ada langkah strategis untuk peningkatan bedah rumah, ya bedah rumah rakyat. Sedang dipersiapkan bersama dengan Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa) dan Bapak Mensesneg (Prasetyo Hadi), dan Pak Seskab (Teddy Indra Wijaya) untuk renovasi rumah rakyat di seluruh Indonesia. Tahun lalu itu 45.000 rumah, tahun ini 400.000 rumah," kata Menteri Ara, sapaan Maruarar Sirait.
Baca Juga
Tak hanya peningkatan dari sisi jumlah, Prabowo juga memperluas cakupan program bedah rumah tersebut. Pada tahun lalu, masih tada 220 kabupaten/ kota yang belum terjangkau program tersebut.
"Tahun lalu ada 220 kabupaten/kota yang tidak dapat, sekitar 220. Tahun ini semua kabupaten/kota di seluruh Indonesia mendapatkan program bedah rumah dari Bapak Presiden Prabowo," katanya.
Maruarar Sirait menekankan, program bedah rumah sangat penting dan langsung menyentuh masyarakat. Ditekankan, program tersebut dapat menggerakkan roda perekonomian dan juga berkeadilan.
Selain program bedah rumah, Ara mengatakan, Prabowo juga memberikan pengarahan mengenai program rumah susun (rusun). Dikatakan, Prabowo mengarahkan agar lahan milik negara, termasuk milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) atau Danantara dapat dimanfaatkan untuk rusun.
Untuk itu, Ara bersama Dirut PT KAI Bobby Rasyidin dan Kepala BP BUMN Donny Oskaria menyusuri kawasan Tanah Abang Jakarta. Tak hanya Jakarta, Ara bersama Bobby Rasyidin juga menyisir sejumlah lahan di luar kota yang potensial untuk dimanfaatkan.
Salah satunya pembangunan hunian berkonsep transit oriented development (TOD) dengan memanfaatkan lahan tidak terpakai milik PT Kereta Api Indonesia di kawasan Laswi dan Kiaracondong, Bandung.
"Kemudian juga di Bandung tadi saya sudah laporkan bersama Dirut Kereta Api, kita juga sudah menyisir beberapa potensi lahan yang sangat potensial. Akhir bulan ini kami akan mulai bersama dengan Dirut Kereta Api, direncanakan mulai mempersiapkan untuk pembangunan di Kota Bandung," katanya.
Baca Juga
Kementerian PKP Siapkan Rusun Relokasi Warga Bantaran Rel Senen, 'Groundbreaking' Mei 2026
Dalam kesempatan tersebut, Ara mengatakan, Presiden Prabowo juga memberikan pengarahan terkait pembangunan rumah susun untuk warga bantaran rel kereta api di kawasan Senen. Prabowo sebelumnya telah meninjau langsung permukiman warga di kawasan tersebut pada Kamis (26/3/2026) lalu. Ara mengatakan, untuk tahap awal, terdapat sekitar 324 unit hunian tapak yang akan dibangun. Untuk tahap berikutnya, terdapat 500 rumah yang akan segera diproses.
"Atas arahan Presiden Prabowo, hasil beliau turun ke lapangan dua minggu lalu di daerah Senen, itu sudah mulai dibangun di kawasan Jalan Kramat, ya. Itu saya bersama Pak Doni, arahan Pak Rosan (Menteri Investasi dan Hilirisasi/ BKPM dan CEO Danantara, Rosan Roeslani) juga 300, sekitar 300 rumah di kawasan Senen. Kemudian juga sedang dipersiapkan oleh kereta api, KAI, 500 rumah berikutnya yang akan segera diproses," paparnya.
Ara menekankan, berbagai program perumahan ini menunjukkan keberpihakan pemerintahan Presiden Prabowo dalam menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat.

