Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kementerian PU Siagakan 2.000 Alat Berat di Titik Rawan Mudik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperketat pengawasan pada titik-titik rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor menjelang musim mudik Lebaran 2026. Langkah ini diambil mengingat tantangan cuaca yang tidak menentu selama periode pergerakan masyarakat massal.
Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Wida Nurfaida, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan 496 Posko Mudik Gabungan yang tersebar di seluruh provinsi. Posko ini dilengkapi dengan 1.461 unit Disaster Relief Unit (DRU) dan 2.093 unit alat berat yang siap dimobilisasi 24 jam.
"Personel kami siaga penuh, tidak hanya alat beratnya tetapi juga operatornya. Kami juga menyiapkan material darurat seperti bronjong, geobag, dan pasir untuk penanganan cepat jika terjadi banjir atau longsor yang mengganggu jalan nasional maupun jalur kereta api," tegas Wida di Istana Kepresidenan, Rabu (18/3/2026).
Selain kesiapan fisik, Kementerian PU meluncurkan platform digital melalui laman mudik.pu.go.id untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Melalui laman tersebut, pemudik dapat memantau kondisi lalu lintas secara real-time lewat 1.270 titik CCTV di jaringan jalan tol dan 41 CCTV di jalan nasional.
"Masyarakat bisa memantau langsung titik-titik kepadatan atau kendala cuaca melalui CCTV kami. Kami juga menyediakan layanan call center 24 jam untuk membantu masyarakat yang membutuhkan informasi infrastruktur saat di perjalanan," tambah Wida.
Di sektor pelayanan dasar, Kementerian PU juga mengerahkan 129 sarana prasarana pendukung di 40 lokasi, mulai dari toilet mobil, mobil vakum tinja, hingga hidran umum untuk memastikan kebutuhan sanitasi pemudik di titik-titik lelah tetap terpenuhi.
Baca Juga
3,5 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta
Sementara itu PT Jasa Marga (Persero) Tbk memproyeksikan sebanyak 3,5 juta kendaraan akan meninggalkan wilayah Jakarta pada periode mudik tahun 2024. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, mengungkapkan bahwa gelombang mudik diperkirakan mencapai puncaknya pada hari ini, Rabu (18/3/2026).
"Kami memperkirakan akan muncul gelombang mudik pada tanggal 14 dan tanggal 18 hari ini. Hari ini diprediksi mencapai 256.000 kendaraan untuk LHR-nya (Lalu lintas Harian Rata-rata)," ujar Rivan dalam kesempatan yang sama.
Rivan menjelaskan, tren peningkatan volume kendaraan sudah terlihat sejak Selasa malam. Data Jasa Marga mencatat sebanyak 221.000 kendaraan melintas, yang merupakan angka tertinggi sejak 13 Maret lalu. Dari total pergerakan tersebut, mayoritas pemudik atau sekitar 50 persen mengarah ke Timur menuju Trans Jawa.
Guna mengantisipasi kepadatan, Jasa Marga bersama pemangku kepentingan terkait telah mulai menerapkan rekayasa lalu lintas. Sejak Selasa sore, kebijakan one way (satu arah) telah diberlakukan mulai dari KM 70 hingga KM 263, setelah melihat kecepatan rata-rata kendaraan sempat tertahan di angka 30-40 km/jam.
Baca Juga
"Tadi malam saat mencapai puncak 221.000 kendaraan, one way diteruskan hingga Gerbang Tol Kalikangkung. Alhamdulillah, masyarakat merasakan kelancaran. Perjalanan dari Jakarta jam 4 sore sudah sampai di Kalikangkung jam 12 malam, artinya hanya 8 jam. Ini sangat signifikan," paparnya

