Program Migrant Bright Go Home Bekali 50 PMI Hong Kong Siap Pulang dan Berwirausaha
Poin Penting
|
HONG KONG, investortrust.id – Sebanyak 50 Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong menyelesaikan pelatihan kewirausahaan melalui program Migrant Bright Go Home Batch 1 pada Minggu (8/3/2026). Program ini dirancang untuk membekali para pekerja migran dengan keterampilan bisnis agar siap membangun usaha mandiri setelah kembali ke Indonesia.
Program tersebut digagas oleh Institut Kemandirian Dompet Dhuafa bekerja sama dengan BNI Remittance Hong Kong, Dompet Dhuafa Hong Kong, serta Lembaga Sertifikasi Profesi Dompet Dhuafa. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia Hong Kong.
Pelatihan yang diberikan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan bertujuan membekali para peserta dengan pengetahuan dasar kewirausahaan serta perencanaan usaha yang dapat diterapkan ketika mereka kembali ke Tanah Air.
Baca Juga
Acting Konjen KJRI Hong Kong, Fithonatul Mar’ati, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya memberikan dukungan kepada para PMI, termasuk dalam mempersiapkan masa depan setelah masa kerja di luar negeri berakhir.
“KJRI berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan maksimal kepada para Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong. Salah satunya melalui program persiapan pulang seperti Migrant Bright Go Home ini,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua Dewan Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini.
“Dompet Dhuafa mengapresiasi program ini karena menyentuh isu pekerja migran. Sebagai lembaga filantropi yang bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, kami siap menjembatani mitra Dompet Dhuafa dengan para PMI yang telah siap berwirausaha,” katanya.
Sementara itu, Direktur Institut Kemandirian Dompet Dhuafa, Abdurrahman Usman, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memperkuat kesiapan para pekerja migran untuk mandiri secara ekonomi.
“Program ini bertujuan membangun kesiapan mental serta menciptakan ekosistem baru bagi para PMI melalui pengetahuan bisnis yang mumpuni,” jelasnya.
Dalam acara penutupan program, panitia juga mengumumkan lima peserta terbaik yang akan memperoleh pendampingan lanjutan untuk membantu merealisasikan ide usaha mereka setelah kembali ke Indonesia.
Sebagai lembaga filantropi Islam, Dompet Dhuafa telah lebih dari tiga dekade berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program sosial. Organisasi ini menjalankan program berbasis lima pilar utama, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, serta dakwah dan budaya. Selain itu, Dompet Dhuafa juga menerapkan prinsip tata kelola organisasi yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) guna memastikan transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap regulasi dan prinsip syariah.
Baca Juga

