Kemenkomdigi Wanti-Wanti Lonjakan Scam Jelang Lebaran 2026
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan penipuan digital menjelang Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Aktivitas belanja online yang meningkat dinilai selalu berbanding lurus dengan naiknya modus scam musiman.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid mengatakan tren ini terjadi hampir setiap tahun. Untuk itu, pemerintah tidak ingin hanya bersifat reaktif, tetapi melakukan langkah mitigasi lebih awal.
“Tentu yang pertama kita harus memahami bahwa namanya mau Lebaran itu pasti scam akan bertambah,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Baca Juga
Menurutnya, modus yang kerap muncul antara lain tautan palsu diskon Lebaran 2026, penyamaran akun layanan pelanggan marketplace, hingga penyebaran SMS penipuan menggunakan perangkat fake BTS. Pola ini biasanya menyasar masyarakat yang tengah aktif bertransaksi daring.
Kemenkomdigi menegaskan penyisiran tidak hanya dilakukan di platform marketplace, tetapi juga pada jalur komunikasi seperti SMS dan aplikasi pesan instan. Teknologi fake BTS menjadi salah satu fokus karena digunakan untuk mengirim pesan massal secara ilegal.
“Kami akan memitigasi tidak hanya scam yang online, tapi juga yang melewati SMS, WhatsApp. Itu juga kita akan lakukan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, perangkat fake BTS relatif dapat dilacak dengan pendekatan teknis tertentu. Karena itu, pengawasan dilakukan lintas kanal guna menutup celah distribusi pesan penipuan.
Baca Juga
Kemenhub Atur Arus Pelabuhan Lebaran 2026 untuk Cegah Penumpukan
Di sisi lain, pemerintah mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam bertransaksi. Transaksi disarankan hanya melalui platform resmi dan tidak sembarangan mengklik tautan yang diterima melalui pesan singkat.
“Belanjanya di situs-situs yang memang sudah terpercaya. Hati-hati untuk memilah WA yang masuk, tautan yang diklik, dan sebagainya,” himbau Meutya.
