Seusai Bertemu Prabowo, Ormas Islam Dukung Indonesia Gabung Board of Peace
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan pimpinan 16 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (3/2/2026). Pertemuan ini salah satunya membahas keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP).
Seusai pertemuan yang berlangsung selama sekitar empat jam itu, sejumlah pimpinan ormas Islam menyatakan dukungan atas langkah Indonesia bergabung dengan Board of Peace.
Baca Juga
Menlu Sugiono Jelaskan Keputusan Gabung BoP dalam Pertemuan Prabowo dan Ormas Islam
Sekretaris Umum Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menyampaikan diskusi dalam forum tersebut berlangsung kondusif. Ia mengatakan Muhammadiyah dan pimpinan ormas Islam yang hadir dalam pertemuan itu mendukung langkah pemerintah bergabung Board of Peace sebagai upaya membantu kemerdekaan Palestina.
“Alhamdulillah semua ormas Islam sangat mendukung langkah politik Pemerintah Indonesia untuk terlibat dalam BoP,” kata Abdul Mu’ti di kompleks Istana Kepresidenan.
Abdul Mu'ti menyatakan Prabowo memberikan penjelasan secara komprehensif yang membuat ormas Islam memiliki persepsi yang sama mengenai Board of Peace. Dalam pertemuan itu, katanya, Prabowo memaparkan situasi global, kondisi Palestina, serta komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Hal itu membuat seluruh ormas Islam memahami arah kebijakan dan mendukung keterlibatan pemerintah dalam BoP.
“Adanya perbedaan karena mungkin sebagian tidak menerima informasi secara utuh,” ujar Abdul Mu’ti
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf mengatakan Prabowo telah menjelaskan secara detail berbagai pertimbangan realistis menyikapi situasi di Gaza dan peluang yang dapat dilakukan pemerintah untuk membantu rakyat Palestina, termasuk bergabung dengan Board of Peace. Gus Yahya mengatakan para pimpinan ormas muslim yang hadir dalam forum itu memahami pertimbangan kebijakan tersebut. Ia menilai para pimpinan ormas mempercayai Prabowo akan membantu perjuangan Palestina melalui langkah-langkah diplomatik.
"Kami memahami semua yang diselesaikan Presiden dengan menitipkan pesan agar tidak mudah terbawa arus yang mungkin nantinya justru merugikan Palestina," kata Gus Yahya, sapaan Yahya Cholil Staquf.
Kepada para pimpinan ormas Islam, Prabowo meyakinkan seluruh upaya membantu Palestina dilakukan pemerintah dengan prinsip kewaspadaan. Selain membantu melalui Board of Peace, Prabowo mengatakan akan mengirimkan pasukan perdamaian yang tugasnya untuk melindungi rakyat Palestina.
Dalam kesempatan ini, Gus Yahya juga mendukung pembiayaan iuran keanggotaan Board of Peace. Menurutnya, upaya pemulihan Gaza membutuhkan pendanaan besar. Gus Yahya menilai setiap negara yang bergabung dalam dewan tersebut dapat berkontribusi melalui iuran untuk memobilisasi bantuan dan mendukung pembangunan Palestina.
“Iuran itu memang dibutuhkan karena yang akan dilakukan adalah satu agenda pembiayaan besar-besaran untuk Gaza, sehingga memang dibutuhkan semacam mobilisasi pembiayaan untuk itu,” ujarnya.
Baca Juga
Bertemu Prabowo, MUI Akan Sampaikan Aspirasi soal Board of Peace dan Kemerdekaan Palestina
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammad Cholil Nafis, menuturkan, Prabowo berjanji akan memutuskan Indonesia keluar dari BoP jika dewan tersebut tidak sejalan dengan tujuan perdamaian dan kemerdekaan Palestina.
"Kata Pak Presiden, ketika itu kebijakan kemudian ada langkah yang tidak sesuai, kami akan abstain dan absen. Abstain dan absen. Kemudian, ketika itu tidak cocok dan tidak bisa melakukan apa-apa, beliau siap keluar dari BoP itu," katanya.

