Diikuti 3.000 Peserta, Mendes Yandri Yakin Turnamen E-Sports Desa Lahirkan Petarung Hebat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto dan Wakil Mendes PDT Ahmad Riza Patria menghadiri Grand Final Turnamen Esports Desa 2026 pada Selasa (13/1/2026). Mendes Yandri meyakini jika turnamen ini melahirkan para petarung hebat dari desa-desa di Tanah Air.
"Insya Allah, dari lomba Esports Desa ini akan lahir para pemain-pemain tangguh, para petarung-petarung hebat, sehingga bisa membanggakan desanya, membanggakan kabupatennya, provinsinya, dan pada akhirnya bisa membanggakan Republik Indonesia," kata Mantan Wakil Ketua MPR RI ini dalam keterangan yang diterima, Rabu (14/1/2026).
Mendes Yandri juga meyakini bahwa Turnamen Esports merupakan turnamen yang menjanjikan bagi para peserta, terutama pemenang. Ia menilai potensi atau bakat generasi muda di desa harus diarahkan secara baik, seperti melalui penyelenggaraan Turnamen E-Sports Desa Nasional yang merupakan salah satu rangkaian acara memperingati Hari Desa Nasional 2026 pada 15 Januari mendatang.
Baca Juga
Mendes Yandri Bangkitkan Kreativitas Gamer Desa Lewat Bus Esports
"Tadi saya kaget, ternyata ada transfer pemain ekspor yang bernilai Rp 50 miliar. Artinya, industri ini sangat menjanjikan dan memang harus kita arahkan kepada hal-hal yang positif," kata Mendes Yandri.
Sebelumnya, Dirjen Percepetan Pembangunan Daerah Tertinggal Samsul Widodo mengatakan, turnamen Esports Desa ini bukan sekadar kompetisi tetapi juga untuk menjaring talent-talent ekonomi kreatif desa. Untuk pemenang disiapkan hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp 10 juta serta Piala Bupati Boyolali.
Baca Juga
Kemenekraf dan EVOS Esports Kolaborasi Dorong Gim Lokal Tembus Pasar Global
Usai lomba ini, ke depannya akan dilakukan pengembangan ekonomi kreatifnya seperti arena E-Sport, di mana para talent bisa menjadi soundcaster, komentator, live streamer, pelatih, dan wasit. Turnamen yang diikuti 3.000 peserta yang terbagi dalam kategori Free Fire dan Mobile Legends itu dalam rangka menjaring potensi atlet E-Sport muda dari tingkat desa.

