Air Bersih dan Sinyal Pulih, Kemenkomdigi dan Operator Genjot Pemulihan Aceh Tamiang
Poin Penting
|
DELI SERDANG, investortrust.id - Air bersih dan komunikasi kembali tersambung bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Pemulihan kebutuhan dasar terus dilakukan lewat kolaborasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) bersama operator seluler untuk mempercepat pemulihan pascabanjir.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid mengatakan pemulihan difokuskan pada kebutuhan paling mendasar warga terdampak. “Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi keluarga dan saudara-saudari kita yang ada di wilayah terdampak, khususnya di Aceh Tamiang,” ujar Meutya dalam keterangan resmi, Senin (29/12/2025).
Dalam kesempatan itu, sebanyak 118 tangki air bersih berkapasitas 8.000 liter telah dikirim ke wilayah yang sumber airnya tercemar banjir. Distribusi dilakukan bertahap selama sepekan untuk memastikan warga kembali dapat memenuhi kebutuhan minum, memasak, hingga beribadah.
Baca Juga
Menkomdigi: Air Bersih dan Sinyal Kembali Aktif di Aceh Tamiang
Akses komunikasi warga juga berangsur pulih. Warga kini dapat menghubungi keluarga, mengakses informasi penting, serta mengurus kebutuhan dasar yang sebelumnya terhambat akibat banjir.
Selain air bersih, bantuan yang disalurkan mencakup obat-obatan, pakaian, perlengkapan ibadah, tenda dengan fasilitas MCK, serta kebutuhan harian lainnya. Pemerintah turut menyiapkan alat berat dan sumur bor untuk membersihkan lumpur serta mempercepat pemulihan lingkungan permukiman.
Sekadar informasi, bantuan ini merupakan hasil kolaborasi Kemenkomdigi dengan Telkom Group, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), XLSmart, serta Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan layanan publik sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Baca Juga
Kemenkomdigi-Indosat Salurkan Bantuan dan Percepat Pemulihan Jaringan di Aceh Tamiang
Meutya mengungkapkan, progres pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak banjir telah melampaui 95 %. Namun, di sejumlah titik seperti Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues, kualitas jaringan masih berada di kisaran 60-80% karena bergantung pada ketersediaan pasokan listrik.
“Pemulihan jaringan tergantung ketersediaan pasokan listrik. Kami terus memantau titik-titik tersebut untuk mempercepat pemulihannya,” jelas politisi Partai Golkar itu.
Kemenkomdigi memastikan pengawalan pemulihan konektivitas akan terus dilakukan agar layanan darurat, komunikasi keluarga, dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal di tengah proses pemulihan pascabanjir.

