BNPB Ungkap Kemungkinan Jumlah Korban Meninggal Bencana Sumatra Berkurang, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan kemungkinan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh bakal berkurang. Kemungkinan itu akan mulai terjadi dalam rekapitulasi korban bencana Sumatra pada Sabtu (13/12/2025) besok.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, kemungkinan itu bisa terjadi lantaran adanya temuan jasad yang ternyata sudah meninggal dunia sebelum bencana banjir bandang dan longsor terjadi. Jasad tersebut ditemukan di sekitar area pemakaman. Untuk itu, saat ini dilakukan proses verifikasi dan sinkronisasi di tingkat kecamatan untuk mendata ulang jasad yang ditemukan dengan menyandingkannya berdasarkan catatan sipil.
"Jadi by name by address. Implikasinya nanti mungkin akan terjadi pengurangan. Kenapa bisa terjadi pengurangan? Karena dari jasad yang ditemukan, kita tahu bahwa cakupan luas daerah terdampak itu sangat besar dan juga di beberapa tempat berdampak di area pemakaman, di area perkuburan," kata Abdul Muhari dalam konferensi pers, Jumat (12/12/2025).
Baca Juga
Bertambah, Korban Meninggal Bencana Sumatra Jadi 995 Jiwa dan 225 Orang Masih Hilang
Abdul Muhari mengatakan, BNPB menerima laporan dari tiga kabupatennya adanya sejumlah jasad yang sebelumnya dihitung sebagai korban meninggal dunia akibat bencana, ternyata merupakan nama yang sudah meninggal dunia sebelum terjadinya bencana. Hal itu dikonfirmasi menurut catatan sipil.
"Jadi ini yang terdampak di area pemakaman, jasad ditemukan, tetapi begitu dikonfirmasi identitas, nama, ini merupakan jasad yang sudah meninggal sebelum bencana banjir dan longsor di tiga provinsi," paparnya.
Proses verifikasi ini masih terus berlangsung. Dari verifikasi ini, Abdul Muhari mengatakan, BNPB akan menyampaikan informasi terbaru mengenai jumlah korban meninggal dunia yang sudah divalidasi oleh catatan sipil mulai Sabtu (13/12/2025) besok.
"Jadi kami sudah memberitahukan proses ini sehingga bisa saja mulai besok itu di beberapa kabupaten setelah diverifikasi datanya, kita akan memberikan data yang sudah merupakan validasi dari catatan sipil dan data korban by name by address," katanya.
Dalam kesempatan ini, Abdul Muhari mengatakan, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir Sumatra bertambah lima orang. Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana Sumatra saat ini tercatat 995 jiwa dari 990 jiwa pada hari kemarin.
"Jumlah total korban meninggal dunia di tiga provinsi ini bertambah lima, innalillahi wa inna ilaihi rajiun dari 990 jiwa meninggal dunia per kemarin, 11 Desember, saat ini rekapitulasi kami menunjukkan angka 995 jiwa total meninggal dunia di tiga provinsi," katanya.
Sementara itu, untuk korban hilang, Abdul Muhari menyatakan, BNPB mencatat terdapat 226 nama yang belum ditemukan hingga saat ini. Jumlah korban hilang itu bertambah empat nama dibanding hari sebelumnya sebanyak 222 orang.
"Di aceh itu bertambah jumlah korban yang masih dilaporkan hilang," katanya.
Baca Juga
Prabowo Kunjungi Aceh Tengah, Pastikan Negara Hadir dan Cepat Pulihkan Kehidupan Warga
Abdul Muhari mengatakan, untuk jumlah pengungsi, jumlahnya masih sama dengan hari kemarin. Tercatat sebanyak 884.889 jiwa masih mengungsi.
BNPB memastikan upaya pencarian dan penyelamatan korban bencana Sumatra masih terus dilakukan. Selain itu, BNPB juga terus mendorong penyaluran bantuan logistik dan pemenuhan kebutuhan dasar lainnya.

