Kepala BNPB Lapor ke Prabowo soal Korban Bencana Sumatra, 921 Meninggal dan 392 Hilang
BANDA ACEH, investortrust.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai jumlah korban akibat bencana banjir Sumatra hingga Minggu (7/12/2025). Hal itu disampaikan Suharyanto dalam rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Prabowo mengenai penanganan bencana Sumatra di posko terpadu penanganan bencana alam, Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, Minggu (7/12/2025) malam.
Dalam laporannya, Suharyanto menyebut jumlah korban bencana Sumatra mencapai 921 orang meninggal dunia dan 392 orang masih hilang. Selain itu, terdapat 975.075 orang yang mengungsi.
"Per hari ini kami laporkan untuk korban jiwa per hari ini meninggal dunia 921 orang, hilang 392, mengungsi 975.075 orang," kata Suharyanto.
Baca Juga
Prabowo Sebut Kondisi Alam Jadi Tantangan Penanganan Bencana Sumatra
Menanggapi laporan Suharyanto, Prabowo menanyakan jumlah korban tersebut berada di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) yang terdampak bencana Sumatra. Menjawab hal itu, Suharyanto mengatakan jumlah korban merupakan keseluruhan di tiga provinsi. Sementara untuk Aceh sendiri, tercatat 366 orang meninggal dunia, 97 orang hilang, dan 914.202 orang mengungsi.
"Di Aceh sendiri yang meninggal dunia 366 orang, hilang 97 orang, mengungsi 914.202 orang," katanya.
Baca Juga
Tinjau Dampak Bencana di Bireuen, Prabowo Ungkap Banyak Sawah Rusak dan Bendungan Jebol
Selain itu, Suharyanto melaporkan masih terdapat sejumlah daerah yang terisolir di Bener Meriah dan Aceh Tengah. di dua kabupaten tersebut, terdapat ratusan kelurahan atau gampong yang terdampak banjir.
"Untuk Bener Meriah ada 232 gampong, Aceh tengah 295 desa di 14 kecamatan. Tetapi yang lainnya seperti Aceh Tamiang yang kemarin belum bisa masuk sekarang sudah. Relatif sudah bisa masuk bantuan dari darat meskipun jumlah gampong yang masih terdampak masih 216 gampong," paparnya.

