Seminar Natal Nasional 2025 Akan Hasilkan Buku untuk Perkuat Peran Keluarga
BANDUNG, investortrust.id - Rangkaian Seminar Natal Nasional 2025 telah dimulai dengan Bandung sebagai kota pertama, Rabu (10/12/2025). Rangkaian seminar yang akan digelar di sembilan kota ini akan menghasilkan sebuah buku yang diharapkan dapat memperkuat peran keluarga sebagai ecclesia domestica atau gereja domestik.
"Kami berharap dari seminar ini kami akan menerbitkan sebuah buku, 'Bunga Rampai Dinamika Tantangan Keluarga di Berbagai Daerah yang nanti juga bisa jadi sumbangan bagi penguatan keluarga," kata Koordinator Seminar Natal Nasional 2025, Pdt Binsar J Pakpahan dalam sambutannya saat pembukaan Seminar Natal Nasional 2025 di Universitas Parahyangan (Unpar), Bandung.
Binsar mengatakan, tema Seminar Natal Nasional 2025, yakni:Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga" merupakan tema yang penting dan relevan untuk dibahas. Hal ini mengingat keluarga saat ini menghadapi tantangan yang tidak mudah, sepeti permasalahan pinjaman online (pinjol), judi online (judol), kerusakan lingkungan, dan lainnya.
Baca Juga
Seminar Natal Nasional 2025, James Riady Yakin Indonesia Tidak Gelap jika Iman Hidup di Rumah
Keluarga kita menghadapi banyak sekali krisis. Penyebab pentingnya diskusi ini karena keluarga menghadapi tantangan aktual, seperti pinjol, judol, kerusakan lingkungan, perdagangan manusia, pendidikan, dan lain sebagainya. Tema-tema ini dibahas di berbagai daerah dengan kekhususan masing-masing," katanya.
.
Dalam kesempatan ini, Binsar mengaku bersyukur dengan perayaan Natal 2025. Hal ini karena Ketua Panitia Natal 2025, Maruarar Sirait tidak hanya menggelar perayaan Natal sebatas ibadah dan perayaan. Lebih dari itu, perayaan Natal 2025 juga diisi dengan kepedulian terhadap sesama melalui beragam kegiatan. Mulai dari pembagian bantuan sosial dan sembako, beasiswa pendidikan, perbaikan gereja, dan lainnya. Hal itu seiring dengan pesan Presiden Prabowo Subianto yang berharap Natal 2025 digelar secara sederhana, berdampak, dan melibatkan banyak komunitas.
"Saya sangat senang Ketua Panitia Natal Nasional 2025, Bapak Maruarar Sirait menyatakan bahwa komitmen kami sebagai panitia, 70% dari seluruh anggaran adalah untuk dibagikan kepada masyarakat Indonesia di seluruh daerah. Bahkan mereka yang tidak mampu dan membutuhkan dan nilai bantuan yang diberikan lebih dari Rp 40 miliar," ungkapnya.
Ketua Panitia Natal Nasional Maruarar Sirait, mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto menitipkan pesan agar penyelenggaraan Natal 2025 digelar secara sederhana, berdampak, dan melibatkan berbagai komunitas. Pesan itu disampaikan Prabowo saat menugaskan Maruarar sebagai ketua panitia sekitar tiga bulan lalu.
"Berdampak itu secara buat rakyat kita, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Kemudian juga saya juga melibatkan berbagai komunitas," katanya.
Pelibatan banyak komunitas juga tercermin dari pelaksanaan rangkaian Seminar Nasional 2025. Tak hanya lembaga keagamaan, rangkaian seminar juga melibatkan kalangan perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, pemerintah daerah, dan lainnya. Maruarar berharap rangkaian seminar dapat melahirkan ide, pemikiran, gagasan, dan solusi yang strategis dan komprehensif untuk menyelamatkan keluarga.
"Nanti tolong dibuatkan sebuah rumusan supaya nantinya bisa menjadi suatu rekomendasi," kata Maruarar.
Baca Juga
Panitia Natal Nasional 2025 Gelar Rangkaian Seminar Bertema Keluarga di 9 Kota
Pelaksanaan seminar yang digelar di berbagai wilayah, dari barat hingga timur Indonesia, menjadi bukti komitmen Panitia Natal Nasional 2025 untuk menjangkau masyarakat seluas mungkin. Rangkaian kegiatan dibuka di Bandung melalui kolaborasi dengan Universitas Parahyangan dan PMKRI. Selanjutnya seminar digelar di Medan (11 Desember 2025) bersama GMKI, PGIW, dan Universitas HKBP Nommensen; di Manado (11 Desember 2025) bersama IAKN Manado, UKIT, GMIM, dan SAG, serta di Palangkaraya (12 Desember 2025) melalui kerja sama dengan Keuskupan Palangkaraya, IAKN Palangkaraya, dan STIPAS Tahasak Danum Pambelum.
Kegiatan juga berlangsung di Ruteng (13 Desember 2025) dengan dukungan Unika St. Paulus Ruteng dan Keuskupan Ruteng; di Ambon (15 Desember 2025) bersama UKIM, GPM, IAKN Ambon, dan BKAG; di Toraja (18 Desember 2025) bersama UKI Toraja, Gereja Toraja, IAKN Toraja; di Merauke (19 Desember 2025) bersama Keuskupan Merauke dan PMKRI. Seluruh rangkaian kemudian ditutup dengan seminar utama di Jakarta pada 3 Januari 2026 yang diselenggarakan bersama STFT Jakarta dan Kementerian Agama RI.

