SATRIA-1 Jadi Salah Satu Tumpuan Ketersediaan Jaringan Telekomunikasi di Wilayah Bencana
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama BAKTI, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Fadhilah Mathar menjelaskan proyek Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1) berguna untuk menyelesaikan persoalan jaringan akibat bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Akibat bencana tersebut, akses terestrial dan jaringan mengalami kerusakan parah.
“Karena ketiadaan listrik, kita juga harus mengangkut sendiri, dalam hal ini adalah genset atau generator dengan mengisi BBM sendiri karena memang kondisi PLN di sana sangat-sangat terdampak terutama di wilayah Aceh,” tutur Fadhilah di kantor Satelit Nusantara Tiga, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu (10/12/2025).
Fadhilah menjelaskan, dalam kondisi darurat, user terminal dipasang di posko-posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), atau lokasi yang ditunjuk sebagai pusat komunikasi dan koordinasi. Terminal ini menjadi tulang punggung jaringan telekomunikasi dan internet selama fase tanggap darurat.
Baca Juga
Kemenkomdigi Sebar 10 Titik Internet SATRIA-1 di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Dia menambahkan bahwa jaringan seluler seperti 4G maupun teknologi lainnya belum sepenuhnya pulih saat bencana terjadi. Sehingga, keberadaan internet satelit menjadi sangat penting untuk berbagi informasi.
Fadhila mengatakan pengujian di lapangan menunjukkan bahwa kapasitas koneksi satelit ini bisa mencapai 179–200 Mbps per terminal dan langsung digunakan oleh para pengungsi. Dengan kecepatan internet tersebut, warga dan relawan yang berjuang di wilayah pengungsian dapat melakukan panggilan video.
“Mereka tidak ada masalah bisa menggunakan Wifi dari SATRIA-1. Ini di lokasi pengungsian,” kata dia.
Fadhilah mengatakan sebanyak 18 lokasi yang tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah mampu mengakses jaringan internet melalui bantuan SATRIA-1.
Sementara itu, sebanyak 602 titik lokasi user terminal SATRIA-1 di sekolah dan fasilitas kesehatan terdampak bencana. Dari total tersebut, 413 user terminal sudah dipulihkan.
Ke depan, konektivitas non-terestrial seperti SATRIA-1 sangat diperlukan Indonesia sebagai negara kepulauan. “Bukan hanya kebencanaan, mungkin hal-hal lain yang memang memerlukan urgensi konektivitas di wilayah-wilayah yang terestrial tidak terjangkau,” kata dia.

