Bos ITSEC Ungkap Potensi Indonesia Pimpin Ekonomi Digital Lewat Keamanan Siber Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia dinilai memiliki potensi untuk menjadi kekuatan baru di bidang keamanan siber dan mendorong kepemimpinan di ekonomi digital global. Hal itu disampaikan oleh Presiden Direktur dan CEO PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) Patrick Dannacher.
Menurutnya, Indonesia memiliki populasi muda yang melek teknologi, tenaga profesional yang terus berkembang, serta kebutuhan keamanan siber yang meningkat seiring percepatan digitalisasi layanan publik dan sektor industri.
“Indonesia penuh talenta dan energi. Kita harus membantu mereka menjadi lebih terlihat dan berkontribusi di level global,” ujar Patrick di Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa investasi keamanan siber di Indonesia masih jauh lebih rendah dibanding negara maju maupun negara tetangga. Namun justru hal itu menciptakan peluang dampak yang jauh lebih besar.
Patrick menilai bahwa Indonesia dapat memperkuat budaya keamanan siber mulai dari level sekolah, komunitas, hingga korporasi untuk membangun ekosistem digital yang tangguh. “Kalau akar tidak dilindungi, tidak akan ada daun yang tumbuh,” jelasnya.
Baca Juga
Indonesia Perlu Contoh India untuk Majukan Pasar Modal Lewat Infrastruktur dan Teknologi
Di sisi lain, perusahaan juga kembali memilih Jakarta sebagai tuan rumah acara Cybersecurity and AI Summit 2026. Hal ini bukan tanpa sebab, pasalnya Jakarta punya potensi menjadi pusat dialog dan inovasi keamanan siber regional.
"Karakter masyarakat (Indonesia) yang ramah, cepat beradaptasi, dan terbuka pada teknologi jadi alasan memperkuat posisi Indonesia di Asia Pasifik," sambungnya.
Baca Juga
Telkom Gandeng Fortinet Perkuat Keamanan Siber dan Infrastruktur Digital Indonesia
Dengan ekonomi digital Indonesia yang tumbuh pesat, Patrick menegaskan bahwa keamanan siber harus menjadi investasi, bukan sekadar biaya. Langkah ini diyakini akan menentukan daya saing Indonesia dalam peta ekonomi digital global yang kian kompetitif.
"Sektor e-commerce, fintech, layanan kesehatan digital, dan transportasi berbasis aplikasi, memahami betul investasi keamanan siber sangat penting di masa ini," tutupnya

