Kemenkomdigi Pastikan Internet Starlink di Aceh Gratis!
Poin Penting
|
BANDA ACEH, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menegaskan bahwa layanan internet Starlink yang digunakan untuk mendukung komunikasi darurat di wilayah banjir Aceh dan Sumatra diberikan secara gratis. Pernyataan ini disampaikan untuk merespons kabar hoaks soal dugaan praktik jual-beli perangkat maupun pungutan liar.
Pranata Humas Ahli Madya Kemenkomdigi, Wiaji Cahyaningrum, menekankan bahwa seluruh akses Starlink untuk posko dan fasilitas publik tidak dikenakan biaya. “Kami menegaskan kembali bahwa akses jaringan internet lewat Starlink di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh adalah gratis, tanpa pungutan biaya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (5/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini juga selaras dengan pengumuman resmi Starlink dan Elon Musk yang memberikan layanan gratis selama satu bulan penuh hingga akhir Desember 2025. Kemenkomdigi mengklaim telah menyalurkan 32 perangkat Starlink untuk mendukung BPBD di wilayah Sumatra Barat, Aceh, dan Sumatra Utara.
Wiaji mengatakan pengguna dapat melihat kredit layanan gratis langsung pada akun masing-masing tanpa perlu mengajukan permintaan apa pun. Selain itu, Kemenkomdigi juga membangun Posko Informasi dan Media Center di beberapa provinsi terdampak.
Baca Juga
Korban Bencana Banjir Sumatra Bertambah, 836 Orang Meninggal dan 509 Masih Hilang
Sekadar informasi, Posko Aceh dipusatkan di Gedung Sekretariat Daerah Provinsi Aceh, sementara di Sumatra Barat berlokasi di Komplek Kantor Gubernur Sumbar. Untuk Sumatra Utara, posko beroperasi di GOR Pandan, Gedung Kwarda Pramuka Sumut, dan Hamparan Perak.
Kementerian yang dipimpin oleh Meutya Viada Hafid itu juga menyediakan perangkat kerja seperti laptop, akses jaringan, dan data real-time BTS untuk memastikan pemberitaan akurat dan tidak menimbulkan kesalahan informasi.
Sebelumnya, Kemenkomdigi juga melaporkan bahwa sekitar 1.789 BTS (52,4%) dari 3.414 BTS di Aceh dilaporkan sudah kembali aktif. Angka tersebut diprediksi meningkat hingga sekitar 75% seiring mulai pulihnya pasokan listrik di sejumlah kawasan.

