Wamenhan Targetkan 40 Industri Pertahanan Jadi Komponen Pendukung pada 2026
JAKARTA, investortrust.id -- Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menargetkan akan menetapkan 40 industri pertahanan untuk dijadikan komponen pendukung pada 2026. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2025 di Park Hyatt, Jakarta, Senin (1/12/2025).
"Di tahun 2026 ini rencana kami akan menetapkan 40 industri pertahanan baik BUMN ataupun BUMS untuk menjadi komponen pendukung," kata Donny.
Baca Juga
Tinjau Lokasi Banjir di Aceh, Menhan Minta Distribusi Logistik Dipercepat
Donny mengatakan keberadaan komponen pendukung dibutuhkan untuk mendukung komponen utama jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Pada 2025, terdapat 15 industri pertahanan yang ditetapkan.
Sebanyak 15 industri pertahanan itu, yakni lima perusahaan BUMN (PT Len Industri, PT Pindad, PT Dahana, PT Dirgantara Indonesia, dan PT PAL Indonesia) serta 10 perusahaan swasta, yaitu PT Famatex, PT Lundin Industry Invest, PT Saba Wijaya Persada, PT Sari Bahari, PT Palindo Marine, PT Indo Guardika Cipta Kreasi, PT Infoglobal Teknologi Semesta, PT Garda Persada, PT Persada Aman Sentosa, dan PT Daya Radar Utama.
Baca Juga
Menko Airlangga Berharap Kadin Indonesia Persiapkan Diri Hadapi IEU-CEPA
Selain itu, Kementerian Pertahanan juga telah menetapkan sebanyak 44.000 personel komponen cadangan (komcad) di tahun 2025. Ditargetkan sekitar 3.000personel komcad ditetapkan pada 2026 mendatang.
"Sampai dengan saat ini sudah banyak komponen cadangan yang kita bentuk dan kita tetapkan. Sudah sekitar 46.900-an orang untuk di tahun 2026 nanti, itu targetnya adalah demikian," ucapnya.
